SOFIFI, SerambiTimur – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan arah pembangunan daerah tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan ekonomi dan daya saing SDM. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Paripurna ke-33 DPRD Provinsi Maluku Utara saat memaparkan KUA-PPAS APBD 2026, Kamis (7/8/2025).
Dengan mengusung tema nasional “Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif”, Pemprov Malut mengadopsinya menjadi agenda lokal bertajuk “Penguatan Ekonomi dan Daya Saing Sumber Daya Manusia untuk Penyiapan Fondasi Transformasi”.
Gubernur Sherly membeberkan sederet capaian makro 2024 yang memperkuat pijakan perencanaan, antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi sebesar 13,73 persen
- Inflasi ditekan hingga 1,50 persen
- Surplus neraca perdagangan US$6,9 miliar
Target pembangunan 2026 pun dipatok tinggi:
📈 Pertumbuhan ekonomi: 12,1–13,8%
📉 Angka kemiskinan: 3,0–4,5%
📉 Tingkat pengangguran: 3,48–4,01%
Enam prioritas pembangunan daerah turut disampaikan secara tegas:
- SDM dan pengentasan kemiskinan
- Transformasi ekonomi inklusif
- Pemerataan dan infrastruktur dasar
- Reformasi birokrasi dan inovasi
- Ketahanan lingkungan dan bencana
- Pemajuan budaya dan harmoni sosial
Dari sisi fiskal, pendapatan daerah 2026 diproyeksikan Rp3,162 triliun, turun 8,19 persen karena penurunan transfer pusat. Namun PAD justru melonjak tajam 23,12 persen, menandakan kinerja fiskal daerah semakin mandiri.
Sementara itu, belanja daerah ditargetkan Rp3,177 triliun, dengan belanja modal meningkat drastis 111,91 persen. Defisit Rp15 miliar akan ditutupi pembiayaan daerah sebesar Rp20 miliar.
“Kami pastikan seluruh anggaran dirancang agar berdampak langsung ke masyarakat, terutama sektor infrastruktur dan pemerataan wilayah,” tandas Gubernur Sherly.
Dokumen resmi KUA-PPAS 2026 diserahkan langsung kepada pimpinan DPRD untuk selanjutnya dibahas secara komprehensif.














Tinggalkan Balasan