TERNATE, SerambiTimur – Di tengah hiruk pikuk kota, ada sudut sunyi yang hari itu berubah penuh makna. Di Kelurahan Muhajirin, Kota Ternate, sebuah rumah sederhana berdiri kokoh—menjadi simbol dari harapan, ketulusan, dan kemerdekaan sejati.
Rumah itu kini menjadi milik Ibu Rohani, seorang perempuan tangguh yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Namun, keterbatasan itu kini mulai berubah menjadi senyuman. Bukan karena janji-janji kosong, tapi karena sebuah aksi nyata dari Nasab Foundation yang diprakarsai oleh Nasri Abubakar, Wakil Wali Kota Ternate.
Dari Derita Menuju Harapan
Tak banyak yang tahu kisah Ibu Rohani sebelum rumah ini berdiri. Ia tinggal dalam kondisi yang jauh dari kata layak, dengan tembok-tembok yang nyaris rubuh, atap bocor, dan lantai tanah dingin yang menemani tidur malamnya bersama keluarga.

Tapi semua berubah pada hari itu. Tangis haru tumpah saat kunci rumah diserahkan. Tak ada seremoni mewah, tak ada pesta pora. Hanya pelukan hangat dari para tetangga, doa dari para tokoh masyarakat, dan air mata kebahagiaan yang tulus dari seorang ibu yang akhirnya merasa dianggap ada oleh negerinya.
“Saya tidak tahu harus bilang apa. Terima kasih, Pak Nasri, karena telah mengangkat beban hidup kami,” ucap Ibu Rohani terbata-bata, sembari mengusap air mata di pipinya.
Imam Masjid: “Inilah Arti Kemerdekaan”
Hi. Talib, Imam Masjid Kelurahan Muhajirin, berdiri dengan penuh kebanggaan saat menyaksikan momen itu. Baginya, rumah ini bukan sekadar bangunan, tapi wujud dari keadilan sosial dan tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya.
“Semoga Allah membalas semua kebaikan Pak Nasri Abubakar. Beliau bukan hanya pejabat, tapi pelayan umat,” ujar Hi. Talib lirih namun pasti.
Di matanya, kemerdekaan bukan hanya tentang pengibaran bendera atau pidato-pidato seremonial. Tetapi ketika yang paling kecil, yang paling lemah, diberi ruang untuk hidup layak.
Janji yang Dibuktikan
Sebagai pendiri Nasab Foundation, Nasri Abubakar membawa gagasan sosial itu jauh melampaui formalitas jabatan. Di hadapan warga yang hadir, ia hanya berkata singkat namun penuh makna:
“Semua warga Kota Ternate berhak hidup dengan martabat. Hari ini adalah langkah kecil dari harapan besar kita bersama.”
Tak hanya Nasri yang hadir. Ketua Pembina Nasab Foundation Junaidi Bahruddin, yang juga anggota DPRD Ternate, turut hadir. Begitu pula dengan Mujakir Gamgulu, anggota DPRD Ternate lainnya, Lurah Muhajirin, perwakilan Hiswana Migas Maluku Utara, serta warga dan tim dari Nasab Foundation.
Sebuah Rumah untuk Merdeka
Di setiap sudut rumah baru itu, terukir harapan baru. Di balik tembok, ada pelukan hangat. Di bawah atap, ada rasa aman. Dan di dalam ruang kecil yang kini menyala dengan cahaya lampu, ada nyala harapan yang tak pernah padam.
Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan sekadar perayaan, tetapi pembebasan—dari ketidakadilan, dari kemiskinan, dan dari keterasingan sosial.
Dan untuk Ibu Rohani, hari itu bukan hanya hari ia menerima rumah baru. Tapi hari ia kembali merasa menjadi bagian dari Indonesia.














Tinggalkan Balasan