Halut

Sempat Tangani Karhutla, ERT NHM Tetap Berlaga di IFRC 2026

Serambi Timur Diterbitkan 08:27 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

GOSOWONG, SerambiTimur – Keterlibatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak menyurutkan semangat Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) untuk mengikuti 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026. Tim penyelamat NHM tersebut dijadwalkan berlaga di Timika, Papua, pada 22 Oktober hingga 1 November 2026.

Manajemen NHM melepas keberangkatan tim di Tambang Emas Gosowong pada Kamis (15/10/2026). Keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi kesempatan bagi personel ERT untuk menguji keterampilan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kapten Tim ERT NHM, Muhammad Ifan, mengungkapkan bahwa keterlibatan personel dalam penanganan karhutla menjadi salah satu tantangan selama masa persiapan. Kendati waktu latihan terbatas, tim tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dan memberikan kemampuan terbaik.

“Meski waktu persiapan terbatas karena keterlibatan dalam penanganan karhutla, kami tetap berkomitmen menjaga kekompakan, disiplin, dan solidaritas, serta memberikan kemampuan terbaik untuk membawa nama baik NHM,” ujar Muhammad Ifan.

Dedikasi tersebut sejalan dengan peran ERT NHM dalam penanganan keadaan darurat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain mendukung perlindungan aset tambang, personel ERT turut melakukan upaya pemadaman karhutla yang mendekati area tambang serta membantu pemadaman kebakaran di wilayah dan lahan masyarakat sekitar.

Wakil Direktur Operasi/Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo, mengapresiasi dedikasi personel ERT dalam menjalankan tugas tersebut. Ia menilai keterlibatan tim dalam penanganan keadaan darurat mencerminkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta lingkungan.

Rara juga menegaskan dukungan penuh Direksi dan Manajemen NHM terhadap keikutsertaan tim dalam IFRC 2026. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi sarana bagi para personel untuk memperkaya pengalaman dan meningkatkan kemampuan profesional.

“Jadikan kesempatan ini sebagai wadah untuk menambah pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat kemampuan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Tetap semangat, jaga kekompakan dan solidaritas tim, junjung tinggi disiplin serta keselamatan, dan tunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

IFRC 2026 merupakan kompetisi yang mempertemukan berbagai perusahaan dan instansi di Indonesia dalam bidang penyelamatan dan penanggulangan keadaan darurat. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga mendorong penguatan standar keselamatan industri, pertukaran pengetahuan, pengenalan teknologi penyelamatan, dan sinergi antartim.

Tim ERT NHM yang diberangkatkan berjumlah sembilan personel, terdiri atas Zakaria Barham sebagai manajer sekaligus pelatih, Muhammad Ifan sebagai kapten, serta Asrul Abdul Fataha, Fahrudin Jakir, Ruud Gulid S Junus, Fans Daniel Ambeua, dan Chluivers Tambariki sebagai rescuer.

Dua personel dari Departemen HSE yang telah mengikuti program ERT Volunteer turut memperkuat tim, yaitu M. Rifaldi Limatahu sebagai rescuer dan Dwi Kurniawan sebagai paramedis.

Dengan semangat “One Team, One Mission — Saving Lives!”, keikutsertaan ERT NHM diharapkan dapat memperkuat kemampuan personel dalam menjalankan misi penyelamatan sekaligus mendukung budaya keselamatan di lingkungan kerja dan masyarakat.

Tinggalkan komentar