HALUT, SerambiTimur — Senyum dan semangat makan Mario Salindeho kini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya. Anak berusia empat tahun asal Desa Sasur, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, itu menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan pendampingan pemenuhan gizi dari NHM Peduli.
Sebelumnya, berat badan Mario hanya tercatat 9 kilogram. Kondisi tersebut membuat ibunya, Vivi Alvionita, khawatir terhadap pertumbuhan sang anak, terlebih berat badannya sulit bertambah sejak berusia tiga tahun.
“Sejak umur tiga tahun, berat badannya memang susah naik,” ungkap Vivi.
Kekhawatiran itu mulai mendapat perhatian ketika NHM Peduli melakukan skrining terhadap keluarga Mario pada April 2026. Skrining tersebut dilaksanakan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, sebelum hasilnya divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
Sebagai tindak lanjut, NHM Peduli memberikan bantuan makanan bergizi berupa nasi, ikan, sayur, dan lauk-pauk, serta enam kardus susu. Bantuan tersebut disalurkan selama periode April hingga Agustus 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi Mario.
Bagi Mario, susu menjadi salah satu bantuan yang paling disukainya. Vivi merasakan perubahan pada kebiasaan makan putranya setelah pendampingan berlangsung.
“Mario senang sekali kalau dikasih susu. Setelah ada susu, dia jadi semangat makan lagi,” tutur Vivi.
Perubahan itu tidak hanya terlihat dari semangat makan. Menurut Vivi, Mario kini lebih aktif dan semakin banyak berbicara dalam kesehariannya. Perkembangan yang membuat putranya semakin “cerewet” itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.
Mario merupakan anak kedua dari pasangan Vivi dan Frice Salindeho. Ayahnya sehari-hari mengelola kebun kelapa dan pala milik keluarga secara mandiri. Hasil panen dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Di sela aktivitas keluarga, Mario telah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) di desanya. Ia juga senang menemani ibunya membantu sang ayah di kebun.
Perkembangan Mario turut dikonfirmasi melalui skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis puskesmas setempat. Hasilnya kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
“Berdasarkan hasil skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, yang kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Mario akhirnya dilaporkan telah keluar dari kondisi stunting,” ungkap Cost Control NHM Peduli, Fenny Baud.
Meski demikian, pemantauan tumbuh kembang Mario tetap akan dilanjutkan oleh pihak puskesmas melalui layanan posyandu. Pemantauan ini diperlukan untuk mengikuti perkembangan anak sekaligus memastikan kebutuhan gizinya tetap diperhatikan.
Vivi berharap program NHM Peduli dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, khususnya di wilayah lingkar tambang.
“Semoga programnya lancar terus ke depannya dan bisa membantu anak-anak yang membutuhkan di lingkar tambang,” harapnya.
Kisah Mario menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak membutuhkan upaya pemenuhan gizi, pendampingan, serta pemantauan yang berkelanjutan. Bagi keluarganya, perubahan yang dialami Mario bukan hanya soal angka pada timbangan, tetapi juga semangat makan dan keceriaan yang kembali terlihat dalam kesehariannya.
