Halsel, SerambiTimur-Di tengah debur ombak dan matahari pagi yang cerah, warga Desa Madopolo, Pulau Obi, Halmahera Selatan, merayakan panen rumput laut dengan penuh semangat. Hari itu, Jumat (03/05), bukan hanya tentang hasil panen, tetapi tentang kerja keras, kolaborasi, dan harapan baru dari laut Maluku Utara.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, hadir langsung menyaksikan panen tersebut. Ia didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Abdullah Assagaf, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Fauji Momole, Kabid Perikanan Budidaya Fahmi Djafar, serta tim teknis dan staf biro administrasi pimpinan (Adpim).
“Budidaya rumput laut ini adalah program prioritas DKP Maluku Utara. Tujuannya bukan sekadar panen, tapi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” ujar Abdullah Assagaf, yang juga pernah menjabat sebagai Kadis DKP Malut.
Panen ini merupakan hasil kerja dua kelompok binaan DKP: Kelompok Sentari dan Kelompok Putra Jujame. Keduanya sebelumnya telah menerima bantuan 5 ton bibit rumput laut per kelompok dari pemerintah pada 2024 lalu.
Total 10 ton bibit kini tumbuh subur dan menghasilkan panen perdana. Tak hanya berdampak ekonomi, kedua kelompok juga menyerap tenaga kerja lokal hingga 30 orang yang kini terlibat langsung dalam proses budidaya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa laut Maluku Utara menyimpan potensi besar yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat pesisir, jika dikelola dengan kolaboratif dan berkelanjutan.














Tinggalkan Balasan