Uncategorized

Menyusun Peta Jalan Sofifi: Langkah Cerdas Kepala Bappeda Wujudkan Ibu Kota yang Sejahtera

Serambi Timur Diterbitkan 18:09 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

SOFIFI, Serambitimur.id — Sebuah visi besar kini terhampar jelas di atas peta pembangunan Maluku Utara. Di bawah arahan dan kepemimpinan Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, ibu kota Sofifi kini memiliki arah yang pasti menuju masa depan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan bermartabat.

Bukan sekadar mimpi indah, rencana ini tertuang dalam kerangka kerja nyata: Percepatan Pembangunan Kawasan Sofifi 2027–2029, dengan dua kawasan unggulan yang dirancang secara cermat — Sofifi Eco-Sponge Waterfront dan Kie Raha Nexus Corridor.

Bagi Sarmin, Sofifi bukan hanya tempat berdirinya kantor-kantor pemerintahan. Sofifi harus hidup, bernapas, dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Pengembangan Sofifi tidak hanya berfungsi sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan. Sofifi harus tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi, magnet investasi, pencipta lapangan kerja, sekaligus simpul konektivitas wilayah yang kuat,” ungkap Sarmin

Perencanaan yang Bijaksana, Bertahap, dan Terukur

Tahun 2027 — Tahap Persiapan: Mematangkan setiap detail program, menetapkan penanggung jawab, serta memastikan lahan, dokumen teknis, dan sumber pembiayaan siap tersedia.

Tahun 2028 — Tahap Pelaksanaan: Memulai pembangunan fisik dan menyatukan berbagai program agar saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Tahun 2029 — Tahap Penyempurnaan: Mengkonsolidasikan semua hasil pembangunan, memperkuat fungsi setiap kawasan, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dua Kawasan, Satu Tujuan

Sarmin membayangkan Sofifi Eco-Sponge Waterfront bukan sekadar pesisir yang rapi, melainkan wajah baru Sofifi yang memadukan fungsi ekonomi, ekologi, dan pariwisata — mulai dari pasar rakyat yang modern, fasilitas perikanan, hingga kawasan tepi pantai yang nyaman dikunjungi.

Sementara itu, Kie Raha Nexus Corridor dirancang sebagai jantung kehidupan kota yang manusiawi — ruang terbuka hijau, taman publik, jalur pejalan kaki, dan ruang pertemuan yang menyatukan warga. Sebuah koridor yang menghubungkan bukan sekadar tempat, tetapi juga manusia.

Kolaborasi yang Menggerakkan Semua Pihak

Kepemimpinan Sarmin tampil dalam kemampuannya menyatukan berbagai instansi mulai dari PUPR, Dinas Perumahan, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan — bergerak dalam satu irama, menuju satu tujuan. Tidak ada ego sektoral, semuanya terangkum dalam satu peta jalan yang utuh.

Namun Sarmin tetap bijaksana. Ia tidak menjanjikan segalanya akan terjadi dalam sekejap mata.

“Ini adalah kerangka prioritas. Setiap langkah tetap menunggu kesiapan lahan, dokumen, dan pembiayaan. Kami melangkah pasti, namun tetap hati-hati. Karena yang kami bangun bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk masa depan Maluku Utara yang lebih baik,” ujarnya menutup penjelasan.

Sebuah kepemimpinan yang tidak hanya berbicara tentang rencana, tetapi tentang bagaimana rencana itu dijalankan dengan bijaksana, bertahap, dan bertanggung jawab. Sofifi di tangan Sarmin S. Adam tampaknya sedang berjalan menuju arah yang benar.

Tinggalkan komentar