HALUT, SerambiTimur— Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terhadap kebutuhan karyawan dan keluarga terus diupayakan di tengah kondisi perusahaan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 206 karyawan beserta keluarga atau tertanggung telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari perusahaan, baik dalam bentuk rawat jalan maupun rawat inap.
Pada periode yang sama, NHM juga memberikan bantuan pendidikan bagi 1.151 anak karyawan. Bantuan tersebut mencakup jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Yang menjadi perhatian, dukungan tersebut tetap diberikan dengan tidak membedakan status karyawan, termasuk antara karyawan yang masih aktif bekerja dan karyawan yang saat ini sedang dirumahkan.
Manfaat dukungan tersebut salah satunya dirasakan State Gato, karyawan NHM Peduli asal Kao Barat yang kini sedang menjalani masa dirumahkan.
State mengakui bahwa berada dalam kondisi dirumahkan bukan perkara mudah. Namun, ia menyampaikan apresiasi karena perusahaan tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan karyawan dan keluarganya.
“Bekerja di NHM memberikan ketenangan luar biasa bagi saya dan keluarga. Dalam kondisi perusahaan yang sangat sulit, kami tetap didukung fasilitas tunjangan kesehatan yang komprehensif memastikan bahwa saat ada anggota keluarga yang sakit, kami dapat memperoleh penanganan medis terbaik tanpa mencemaskan biaya,” ungkap State.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi karyawan dan tertanggung serta bantuan pendidikan anak memberikan manfaat langsung bagi kondisi keuangan keluarga.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian konkret perusahaan terhadap karyawan dan tertanggung, terutama ketika perusahaan tengah menghadapi situasi yang penuh tantangan.
Sementara itu, Dedi Guratji dari Departemen Eksplorasi yang saat ini bertugas di Site Gosowong turut merasakan manfaat bantuan pendidikan tersebut.
Dedi mengatakan tunjangan pendidikan sangat membantu keluarganya, terutama ketika memasuki semester baru.
“Saya sebagai karyawan dari wilayah lingkar tambang merasa sangat terbantu oleh tunjangan pendidikan yang tetap disalurkan perusahaan. Saat memasuki semester baru, kebutuhan sekolah anak saya, Ailsa Guratji, yang duduk di kelas IV SD dapat terpenuhi melalui tunjangan pendidikan tersebut. Hal serupa juga dirasakan oleh saudara-saudara saya yang saat ini sedang dirumahkan,” jelasnya.
Dedi juga memahami bahwa dalam situasi perusahaan yang masih penuh keterbatasan, pemenuhan kewajiban pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan perusahaan dan ketentuan yang berlaku di internal perusahaan.
“Kami memahami kondisi perusahaan. Pembayaran masih berjalan sesuai kemampuan perusahaan dan ketentuan yang ada. Bagi saya, hal terpenting adalah komunikasi tetap terjalin dengan baik serta hak kesehatan dan pendidikan kami tetap diperhatikan,” katanya.
Keberlanjutan pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga dukungan terhadap karyawan dan keluarganya di tengah fase transisi.
Dengan tetap mengupayakan pemenuhan kebutuhan pada sektor kesehatan dan pendidikan, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarga tetap menjadi aspek yang terus dijalankan NHM sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
