Menu

Mode Gelap

Daerah · 25 Nov 2025 20:42 WIT ·

Dr. Aziz Nilai FS Trans Kieraha Tidak Transparan, Minta Gubernur Gelar Forum Terbuka


 Dr. Azis Hasyim Perbesar

Dr. Azis Hasyim

SOFIFI, SerambiTimur- Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara, Dr. Aziz Hasyim, menilai dokumen Feasibility Study (FS) Jalan Trans Kieraha tidak transparan dan mendesak Gubernur Sherly Tjoanda agar membuka forum diskusi publik mengenai proyek tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Aziz setelah gubernur menantang KAHMI untuk mempelajari dokumen FS sebelum memberi kritik. Aziz menilai tantangan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk diskusi terbuka yang melibatkan pemerintah, KAHMI, dan tim penyusun FS.

“Kami berharap gubernur segera membuka forum publik. Bila perlu gubernur hadir langsung. Dengan begitu kita menguji secara terbuka dasar ilmiah FS yang disusun,” katanya.

Aziz mengaku KAHMI baru mengantongi dokumen berupa bahan paparan FS, bukan dokumen lengkap. Namun ia menegaskan bahwa KAHMI tetap siap membahas substansi proyek.

“Dengan bahan paparan saja kami siap berdiskusi. Dokumen lengkap belum kami terima,” jelasnya.

Menurut Aziz, FS yang tidak dipublikasikan menimbulkan kecurigaan dan berpotensi melemahkan legitimasi perencanaan mega-proyek tersebut.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks Wakil Gubernur Maluku Utara Al Yasin Ali Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Anggaran MaMi dan Perjalanan Dinas

9 Desember 2025 - 21:16 WIT

Gubernur Sherly Serahkan 10 Kapal Tangkap kepada Nelayan Jambula dan Siapkan Program Infrastruktur dan KUR

9 Desember 2025 - 17:07 WIT

Nama Pejabat Dicatut, Penipuan Berkedok Lelang Mobil dan Permintaan Uang Serang Warga Malut

8 Desember 2025 - 15:22 WIT

Pemprov Maluku Utara Salurkan Rp2 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

8 Desember 2025 - 15:11 WIT

kaban BPKAD Malut Ahmad Purbaya

Tim ERT NHM Turun ke Lokasi Banjir untuk Evakuasi dan Distribusi Bantuan di Sumatera Utara

8 Desember 2025 - 12:36 WIT

PT Smart Marsindo Giatkan Reklamasi, Tanam 4.000 Pohon di Lahan Bekas Tambang Nikel Pulau Gebe

6 Desember 2025 - 19:05 WIT

Trending di Daerah