Uncategorized

Berjibaku Padamkan Api hingga 24 Jam, Tim NHM Utamakan Keselamatan di Gosowong

Serambi Timur Diperbarui 13:08 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

HALUT, SerambiTimur – Di tengah cuaca kering dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tim tanggap darurat PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama relawan lintas departemen terus bekerja mengendalikan api di kawasan Tambang Emas Gosowong dan desa-desa lingkar tambang.

Penanganan yang berlangsung sejak awal September 2026 itu menuntut kesiapsiagaan personel, koordinasi yang kuat, serta dukungan logistik dan peralatan untuk menghadapi kondisi lapangan yang menantang.

NHM mengaktifkan Emergency Management Team (EMT) setelah kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional perusahaan. Aktivasi ini memastikan sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal dapat dikerahkan secara cepat melalui sistem komando tanggap darurat terpadu.

Superintendent Emergency Response Team (ERT) NHM, Hendrick Lesa, mengatakan koordinasi lintas departemen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran operasi.

Menurut Hendrick, personel di lapangan mendapatkan dukungan logistik, peralatan pelindung dan perlengkapan kerja (gear), serta kebutuhan pendukung lainnya, termasuk asupan bagi tim.

Dukungan tersebut diperlukan agar petugas dapat menjalankan tugas secara terkoordinasi dengan tetap memperhatikan keselamatan selama proses pemadaman.

Wakil Direktur Operasi/KTT NHM juga menyampaikan apresiasi kepada Direksi perusahaan atas dukungan terhadap upaya penanganan karhutla. Apresiasi turut diberikan kepada Tim ERT dan relawan dari berbagai departemen yang terlibat dalam operasi.

Dalam keterangannya, Rado Lawolo menekankan pentingnya semangat, disiplin, dan kerja sama seluruh personel. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan penanganan kebakaran.

Dedikasi tim tersebut terlihat dari pola siaga selama 24 jam untuk menghadapi perkembangan situasi di lapangan.

Selain mengandalkan personel pemadam, NHM menjalankan pemetaan wilayah rawan, pemantauan titik api menggunakan drone, patroli berkala, serta pemantauan kondisi cuaca. Perusahaan juga melakukan pembersihan vegetasi kering dan menyiapkan sekat bakar, akses pemadaman, serta sumber air di sejumlah titik rawan.

Upaya tim tidak hanya difokuskan pada area operasional tambang. NHM turut mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk membantu pengendalian api di desa-desa lingkar tambang.

Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan telah mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional Gosowong dan dukungan pemadaman di sembilan desa lingkar tambang, termasuk area PLN Kecamatan Malifut.

Dalam rapat evaluasi EMT pada 12 Oktober 2026, hasil pemantauan drone menunjukkan titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan.

Namun, pekerjaan belum berhenti. NHM tetap melakukan pemantauan berkala dan memperkuat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Di tengah ancaman karhutla, koordinasi, dukungan antartim, dan keselamatan personel menjadi bagian penting dari upaya perusahaan mengendalikan kebakaran di kawasan Gosowong dan sekitarnya.

Tinggalkan komentar