SOFIFI, SerambiTimur – Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara, Merlisa Marsaoly, melayangkan kritik keras terhadap lambannya proses pelelangan proyek di lingkungan Pemprov Malut. Hingga awal Juli, serapan anggaran baru menyentuh 20 persen, yang dinilainya sebagai sinyal buruk terhadap capaian program pembangunan 2025.
“Ini sudah bulan Juli, tapi baru 20 persen anggaran terserap. Artinya, 80 persen kegiatan belum dilelang. Kalau terus begini, banyak proyek fisik yang menyentuh kebutuhan publik akan gagal direalisasikan,” tegas Merlisa di Kantor DPRD Malut, Senin (7/7).
Menurut politisi PDIP ini, rendahnya serapan disebabkan buruknya kesiapan teknis dan administrasi OPD serta minimnya disiplin dalam menjalankan tahapan pelelangan. Ia menilai banyak OPD tidak serius dalam merespons urgensi pembangunan.
“Perencanaan harus dilakukan sejak awal tahun, bukan tunggu waktu mepet. Pelelangan itu proses panjang – ada penawaran, masa sanggah, hingga kontrak. Kalau masih santai-santai, bisa dipastikan proyek molor atau bahkan gagal,” tegasnya.
Merlisa juga mendesak Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) segera bersurat ke seluruh OPD untuk mempercepat pengumpulan dokumen pelelangan. Ia menyebut, banyak proyek yang sudah ditayangkan di SirGub, tetapi dokumen pelengkap belum disetor ke PBJ.
“Kalau semua saling tunggu, kegiatan tidak akan jalan. Sekarang saja baru Dinas PUPR yang aktif menyerahkan dokumen. OPD lain belum bergerak,” sindirnya.
Ia bahkan mengungkapkan, hingga saat ini baru sekitar Rp68 miliar proyek yang dilelang – sebagian besar dari PUPR – dari total sekitar Rp200 miliar yang belum tersentuh.
Tak hanya itu, Merlisa menyoroti lambannya pengajuan dokumen proyek strategis, seperti rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa dan sejumlah kegiatan prioritas lainnya. Ia menyayangkan pasifnya OPD meski sebagian kegiatan menggunakan skema swakelola dan e-purchasing.
“Efisiensi anggaran bukan alasan menunda kegiatan. Justru karena efisien, semua proses harus dikelola tepat waktu dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Komisi III, kata Merlisa, telah meminta data lengkap proyek yang sudah dilelang untuk dievaluasi. Ia menegaskan pentingnya perencanaan dini untuk menghindari keterlambatan yang sama tahun depan.
“Jangan tiap tahun ulang kesalahan yang sama. Tahun depan, rencana kegiatan harus disiapkan sejak awal agar program berjalan maksimal,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan