Ternate, Serambi Timur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) memprioritaskan pengembangan sektor hortikultura pada 2025 sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, menekan inflasi, serta meningkatkan produksi pertanian lokal.
Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Asrul Gailea, menyebutkan bahwa pengembangan ini mencakup pembuatan peta jalan (roadmap), pemberian bantuan hortikultura, serta pembinaan dan pendampingan petani. “Kita fokus mengatasi tantangan seperti inflasi, harga tinggi, stok terbatas, dan ketergantungan pasokan dari luar daerah,” jelas Asrul, Senin (15/1).
Pemprov Malut menargetkan pengembangan 1.000 hektar lahan baru hortikultura yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Program ini akan dibiayai APBD Provinsi dengan alokasi anggaran yang diajukan sebesar Rp30 miliar. “Saat ini kami memulai pendataan lahan pekarangan dan produktif. Targetnya, program ini berjalan penuh pada 2025-2026,” tambahnya.
Selain hortikultura, program nasional seperti penanaman jagung dan padi ladang juga menjadi prioritas. Kegiatan ini dibiayai oleh Kementerian Pertanian dan melibatkan Mabes TNI serta Polri untuk mendukung pelaksanaannya. Penanaman perdana padi ladang akan dimulai di Jailolo, Halmahera Barat, dengan luas 3 hektar. Hingga kini, telah tersedia 5.000 hektar lahan dari target 8.000 hektar yang direncanakan di seluruh Maluku Utara.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis program ini dapat meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani lokal,” tutup Asrul.














Tinggalkan Balasan