SOFIFI, Serambitimur.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara, Sarmin Adam, kembali membuktikan keunggulannya dalam menyusun dan mengawal perencanaan pembangunan daerah. Berkat inisiatifnya, rapat pra-monitoring dan evaluasi pembangunan daerah 2026 pun terselenggara, sebuah langkah penting untuk memastikan program prioritas Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dapat terwujud sepenuhnya menjelang akhir tahun.
Rapat strategis yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Pemda Malut, Bandara Sultan Baabullah, Jumat (23/10/2026), dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Dalam arahannya, Wagub Sarbin menegaskan bahwa realisasi anggaran daerah saat ini masih berada di bawah target yang diharapkan. Ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera mengidentifikasi program prioritas sekaligus terbuka menyampaikan kendala yang menghambat pelaksanaannya.
Sarmin Adam menjelaskan, evaluasi ini difokuskan pada 18 program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur, proyek strategis daerah, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dari data yang dipaparkan, per 21 Oktober 2026, dari 1.006 subkegiatan di 37 satuan kerja perangkat daerah, baru 590 subkegiatan atau 58,65 persen yang telah menginput realisasi kinerja. Sebanyak 416 subkegiatan atau 41,36 persen belum terinput, di mana 121 di antaranya sama sekali belum ada datanya.
“Evaluasi ini menjadi dasar penting untuk mendorong percepatan realisasi program dan penyerapan anggaran pada sisa waktu yang tersisa di tahun 2026,” ujar Sarmin Adam dengan tegas namun elegan.
Dengan arahan Wakil Gubernur yang kuat dan pengawasan yang ketat serta terarah dari Bappeda di bawah kepemimpinan Sarmin Adam, seluruh OPD kini bergerak lebih cepat untuk memastikan rencana pembangunan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara.
