Oleh: Suprianto Nasir
Tidak semua pemimpin mampu bertahan dalam kepercayaan rakyat selama puluhan tahun. Jabatan bisa datang dan pergi, popularitas bisa naik dan turun, tetapi kepercayaan adalah sesuatu yang hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar hadir dan bekerja dengan hati.
Di Kota Tidore Kepulauan, nama Muhammad Sinen atau yang lebih akrab disapa Ayah Erik, menjadi salah satu sosok yang membuktikan bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju hati masyarakat.
Perjalanan panjangnya bukanlah kisah yang dibangun dalam semalam. Ia tumbuh bersama rakyat, mendengar keluhan mereka, merasakan kesulitan yang mereka hadapi, dan memilih untuk berdiri di barisan terdepan memperjuangkan harapan-harapan kecil yang sering kali terabaikan.
Langkah pengabdiannya dimulai ketika masyarakat memberikan kepercayaan sebagai Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan selama dua periode berturut-turut. Di lembaga legislatif, Muhammad Sinen dikenal sebagai sosok yang tidak pernah takut menyuarakan aspirasi rakyat. Baginya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus diperjuangkan dengan keberanian dan kejujuran.
Masyarakat daratan Oba menjadi saksi bagaimana ia memperjuangkan berbagai kepentingan daerah, termasuk mendorong percepatan pemekaran wilayah demi pemerataan pembangunan. Meski harus menghadapi berbagai perbedaan pandangan, ia tetap berdiri teguh pada keyakinan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Kepercayaan rakyat pun terus mengalir.
Setelah mengabdi sebagai wakil rakyat, Muhammad Sinen kembali dipercaya mendampingi Ali Ibrahim sebagai Wakil Walikota Tidore Kepulauan selama dua periode. Dalam masa pengabdian itu, ia tidak hanya bekerja dari balik meja kantor. Banyak warga yang masih mengingat kehadirannya di desa-desa, di kegiatan masyarakat, hingga di pelosok wilayah yang jarang tersentuh perhatian.
Ia memilih mendekat kepada rakyat, bukan menunggu rakyat datang kepadanya.
Bagi Muhammad Sinen, pembangunan bukan hanya tentang gedung yang menjulang atau jalan yang terbentang. Pembangunan adalah tentang bagaimana setiap warga merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Dari wilayah kepulauan hingga daratan Oba, ia berupaya memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dari arus kemajuan.
Puncak kepercayaan itu kembali diberikan masyarakat pada akhir tahun 2024 ketika Muhammad Sinen terpilih sebagai Walikota Tidore Kepulauan. Sebuah amanah besar yang lahir dari perjalanan panjang, bukan dari janji-janji sesaat.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai capaian pembangunan berhasil melampaui target yang ditetapkan. Infrastruktur berkembang pesat, pelayanan publik terus diperbaiki, dan berbagai inovasi dilahirkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, murah, dan berkualitas.
Namun bagi banyak warga Tidore, keberhasilan Muhammad Sinen tidak hanya diukur dari angka-angka capaian pemerintahan.
Ada sesuatu yang lebih berharga dari itu.
Ia tetap menjadi sosok yang sederhana.
Kesederhanaan itu terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. Ia tidak pernah berusaha membangun jarak dengan masyarakat. Bahkan kisah tentang anaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan tanpa rasa malu pernah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kisah sederhana itu seolah menjadi cerminan nilai yang selama ini dipegang teguh keluarganya: bahwa kehormatan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari kerja keras dan kejujuran.
Mungkin itulah alasan mengapa masyarakat terus mempercayainya.
Karena di tengah zaman ketika banyak orang berubah setelah memperoleh kekuasaan, Muhammad Sinen justru tetap menjadi dirinya sendiri.
Tetap sederhana.
Tetap mendengar.
Tetap hadir.
Tetap berjalan bersama rakyat.
Seorang tokoh masyarakat pernah berkata, “Sejak menjadi anggota DPRD, kemudian Wakil Walikota, hingga sekarang menjadi Walikota, beliau tidak pernah berubah. Beliau tetap mendengar rakyat dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.”
Kalimat sederhana itu mungkin menjadi gambaran paling jujur tentang sosok Muhammad Sinen.
Hari ini, ketika Tidore Kepulauan terus bergerak menuju masa depan yang lebih maju, aman, nyaman, ramah, dan berkelanjutan, Muhammad Sinen masih berjalan di jalur pengabdian yang sama seperti puluhan tahun lalu.
Sebab bagi dirinya, kepemimpinan bukanlah tentang kekuasaan.
Kepemimpinan adalah tentang hadir untuk rakyat.
Dan selama puluhan tahun, itulah yang terus ia lakukan.
Dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan mengabdikan seluruh tenaga serta pikirannya untuk rakyat.
Sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan, tetapi juga meninggalkan jejak di hati masyarakat Tidore Kepulauan.














Tinggalkan Balasan