MOROTAI, SerambiTimur-Pencalonan Rio C. Pawane sebagai Ketua BPD HIPMI Maluku Utara terus memantik perdebatan. Jika sebelumnya Wakil Ketua DPRD Morotai, Erwin Sotanto, menilai langkah Rio bisa mengganggu tugasnya sebagai wakil bupati, kini suara berbeda datang dari kalangan pemuda.
Ketua Komunitas Pemuda Bangun Morotai, Abdul Rais Lobi, justru melihat Rio sebagai aset berharga. Menurutnya, pandangan Erwin adalah sesat pikir. “Sepertinya beliau kurang melihat realitas di provinsi lain. Faktanya, banyak pejabat publik memimpin HIPMI dan berdampak positif. Justru kehadiran figur dengan jabatan publik bisa memperkuat akses investasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan UMKM,” jelas Rais.
Ia menyebut HIPMI adalah mitra strategis pemerintah, bukan organisasi politik praktis. Dengan jejaring Rio, HIPMI Malut bisa bersinergi dengan program-program nasional seperti makanan bergizi gratis, koperasi merah putih, hingga pengembangan pariwisata.
Lebih jauh, Rais menilai kritik Erwin masih dipengaruhi dinamika politik lokal pasca-pemilu. “Morotai butuh pemimpin muda yang visioner. Rio bukan hanya pejabat, tapi juga pengusaha dengan pengalaman nyata dan posisi tawar kuat di tingkat nasional. Itu modal besar bagi HIPMI,” ujarnya.
Bagi Rais, HIPMI Maluku Utara harus jadi wadah lahirnya pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. “Rio bisa membawa HIPMI ke arah itu. Maka, daripada memperdebatkan, mari kita dukung agar organisasi ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan