TERNATE, SerambiTimur – Janji politik Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, segera menjadi kenyataan. Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak Satu Harga di Pulau Moti kini telah mencapai progres lebih dari 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.
Nasri mengungkapkan, laporan terakhir dari Direktur CV. Moti Mandiri Energi menyebut pekerjaan fisik SPBU berjalan lancar. “Insya Allah, jika tidak ada kendala teknis, cuaca, maupun administrasi, akhir Oktober sudah bisa dilakukan uji operasi,” jelasnya, Rabu (24/9/2025).
Sebagai Ketua DPC Hiswana Migas Maluku Utara, Nasri menegaskan bahwa kehadiran SPBU Satu Harga adalah bentuk perjuangan menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat pulau terluar. Selama ini, warga di Moti, Hiri, dan Batang Dua terpaksa membeli Pertalite dengan harga Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per liter—jauh di atas harga resmi.
“Ini janji politik saya sejak Pilwako 2024. Warga pulau tidak boleh dianaktirikan dalam urusan energi. Mereka berhak merasakan harga BBM subsidi yang sama dengan warga di daratan,” tegasnya.
Program BBM Satu Harga sendiri merupakan kebijakan nasional Kementerian ESDM dan Pertamina sejak 2017. Dengan beroperasinya SPBU Kompak di Moti, masyarakat bisa membeli BBM subsidi maupun nonsubsidi sesuai harga resmi pemerintah.
Kabar ini disambut hangat warga. Karim, seorang nelayan, mengaku biasa membeli bensin Rp18–20 ribu per liter. “Kalau cuaca buruk, harganya bisa lebih tinggi lagi. Itu sangat memberatkan kami,” keluhnya. Sementara Mariam, ibu rumah tangga di Tafamutu, menambahkan, “Harga BBM mahal bikin semua kebutuhan ikut naik. Dengan SPBU Satu Harga, semoga hidup kami lebih ringan.”
Pemerintah Kota Ternate optimistis keberadaan SPBU Kompak Satu Harga tidak hanya menekan harga BBM, tetapi juga mendorong ekonomi lokal. Biaya transportasi yang lebih murah akan menurunkan ongkos melaut, memperkuat daya saing hasil produksi, dan membuka peluang usaha baru di wilayah kepulauan.
“Ini bukan hanya soal BBM, tetapi langkah membuka akses ekonomi baru bagi warga pulau,” tandas Nasri.
Setelah Moti, pihak swasta menargetkan pembangunan SPBU serupa di Batang Dua, sementara untuk Pulau Hiri masih terkendala ketersediaan lahan.














Tinggalkan Balasan