Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Nov 2025 10:34 WIT ·

Tunjangan DPRD Malut Rp60 Juta: Akademisi Unkhair Pertanyakan Etika Anggaran di Tengah Krisis COVID-19


 Muamil Sunan Perbesar

Muamil Sunan

TERNATE, SerambiTimur — Polemik tunjangan perumahan DPRD Maluku Utara senilai Rp60 juta kembali mencuat ke publik. Akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Muamil Sunan, menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan sensitivitas sosial, terutama di periode 2019–2021 ketika pandemi COVID-19 memukul keras ekonomi masyarakat.

Muamil menjelaskan bahwa dasar hukum tunjangan tersebut merujuk pada PP Nomor 18 Tahun 2017, yang memberi kewenangan kepada kepala daerah untuk menetapkan besaran tunjangan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Namun, ia mempertanyakan logika fiskal yang digunakan pemerintah daerah.

“Pertanyaannya, dengan total pendapatan daerah dikurangi belanja pegawai, Maluku Utara masuk kategori kemandirian fiskal yang mana? Tinggi, sedang, atau rendah?” kritik Muamil.

Ia menegaskan, bila kemampuan keuangan daerah berada pada level rendah, maka pemberian tunjangan Rp60 juta tidak hanya janggal, tetapi juga tidak berpihak pada situasi darurat sosial dan ekonomi yang saat itu melanda masyarakat.

“Selama tiga tahun pandemi, masyarakat tercekik ekonomi. Apakah etis DPRD menikmati tunjangan mewah di tengah krisis seperti itu?” tegasnya.

Muamil menilai pemerintah daerah seharusnya memprioritaskan anggaran untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi rakyat, bukan mengalokasikan dana besar bagi fasilitas anggota dewan. Menurutnya, masalah ini bukan sekadar soal regulasi, tetapi tentang kepekaan moral dan prioritas anggaran.

“Rakyat menderita, tapi wakil rakyat justru hidup nyaman. Ini soal rasa keadilan, bukan sekadar legalitas,” tambahnya.

Ia berharap polemik ini menjadi momentum evaluasi total pengelolaan keuangan daerah, termasuk peninjauan ulang seluruh pos anggaran yang dianggap tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

“Kami butuh wakil rakyat yang peduli, bukan yang sibuk memikirkan kepentingan pribadi. Sudah saatnya DPRD menunjukkan keberpihakan kepada rakyat,” tutup Muamil.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks Wakil Gubernur Maluku Utara Al Yasin Ali Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Anggaran MaMi dan Perjalanan Dinas

9 Desember 2025 - 21:16 WIT

Gubernur Sherly Serahkan 10 Kapal Tangkap kepada Nelayan Jambula dan Siapkan Program Infrastruktur dan KUR

9 Desember 2025 - 17:07 WIT

Dari Maluku Utara untuk Sumatera dan Aceh: Bantuan Rp2 Miliar Menyebrangi Lautan untuk Saudara Satu Bangsa

9 Desember 2025 - 16:45 WIT

Nama Pejabat Dicatut, Penipuan Berkedok Lelang Mobil dan Permintaan Uang Serang Warga Malut

8 Desember 2025 - 15:22 WIT

Pemprov Maluku Utara Salurkan Rp2 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

8 Desember 2025 - 15:11 WIT

kaban BPKAD Malut Ahmad Purbaya

Tim ERT NHM Turun ke Lokasi Banjir untuk Evakuasi dan Distribusi Bantuan di Sumatera Utara

8 Desember 2025 - 12:36 WIT

Trending di Daerah