SOFIFI, Serambitimur.id — Setelah kritikan pedas yang dilontarkan Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara, Iswanto, terkait sejumlah proyek jalan dan jembatan serta serapan anggaran yang baru mencapai 40 persen, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe tetap menyatakan optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu pada 30 Desember 2026.
Optimisme itu disampaikan Sarbin setelah menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan bersama Dinas PUPR Maluku Utara di Sofifi, Senin (19/10/2026). Rapat membahas progres fisik pekerjaan, realisasi anggaran, serta kendala pelaksanaan proyek di lapangan.
“Tadi hampir seluruh kegiatannya sudah dipresentasikan oleh teman-teman Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun bidang teknis. Optimisme bisa selesai di tanggal 30 Desember,” ujar Sarbin.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, Sarbin mengatakan telah mengagendakan rapat lanjutan bersama pihak ketiga atau rekanan pada 23 atau 24 Oktober 2026. Pertemuan itu diharapkan dapat mendorong percepatan pekerjaan yang masih menghadapi kendala.
Menanggapi sorotan DPRD yang menyebut progres sejumlah pekerjaan jalan baru mencapai 30 hingga 40 persen, Sarbin menjelaskan bahwa secara umum rata-rata progres pekerjaan PUPR telah meningkat dan kini berada di kisaran 50 hingga 61 persen.
“Secara umum rata-rata 61 persen, ya 50 sampai 61 persen,” katanya.
Namun, kondisi belum merata di setiap lokasi. Khusus proyek Jalan Payahe–Dahepodo, progres fisiknya masih berkisar 30 hingga 38 persen. Sarbin menjelaskan kendala utamanya berkaitan dengan pengadaan material. Ia berharap hambatan itu segera teratasi sehingga pekerjaan berjalan lebih cepat.
“Ada kendala pengadaan barang, pengadaan material. Sehingga kalau material sudah di lapangan ya bagus,” jelasnya.
Terkait perbedaan pendapat antara rekanan dan Dinas PUPR terkait perencanaan di ruas tersebut, Sarbin menegaskan persoalan sudah diselesaikan.
“Itu sudah selesai dan pekerjaannya sedang dilaksanakan. Saya sudah turun lihat,” tegasnya.
Selain Payahe–Dahepodo, Jalan Lingkar Pulau Makian juga disorot dengan progres sekitar 30 persen. Sarbin mengatakan persoalan tersebut telah dikoordinasikan bersama PPK dan pejabat teknis, dan diyakini dapat dikejar hingga akhir tahun.
“Tadi sudah dirapatkan, sudah dikoordinasikan dengan PPK dan pejabat PUPR. Beberapa catatan sudah disampaikan, tapi hampir seluruhnya diyakini akan selesai di akhir tahun,” ujarnya.
Ia juga menanggapi sorotan mengenai penyerapan anggaran yang sebelumnya dilaporkan baru mencapai 30 persen. Menurut Sarbin, realisasi penyerapan anggaran saat ini telah meningkat menjadi sekitar 60 persen. Meski demikian, angka progres fisik dan realisasi keuangan merupakan dua indikator yang berbeda, sehingga perlu dilihat secara bersamaan.
Mengenai desakan DPRD agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek PUPR, Sarbin menyatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Sherly Tjoanda.
“Saya berharap untuk kegiatan fisik yang proses lelangnya itu sebaiknya tidak dilakukan di perubahan. Mungkin yang sifatnya kelanjutan,” katanya.
“Nanti dijadwalkan rapat mungkin tanggal 23 atau 24 dengan pihak ketiga untuk kesanggupan mereka menyelesaikan tepat waktu,” tegas Sarbin.
“Ya, pihak ketiga kita minta tanggal 23 ini ada pertemuan pihak ketiga untuk mempercepat pekerjaan,” pungkasnya.
