Menu

Mode Gelap

Sofifi · 24 Mei 2025 10:36 WIT ·

Malut Gelontorkan Rp50 Miliar Dorong Sentra Perikanan


 Malut Gelontorkan Rp50 Miliar Dorong Sentra Perikanan Perbesar

TERNATE, SerambiTimur — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk memperkuat sektor perikanan di wilayahnya pada tahun 2025.

Anggaran tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos, saat meresmikan program Kampung Nelayan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, Kamis (22/5/2025).

“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo, seluruh program pemerintah daerah harus difokuskan pada upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan. Karena itu, kami mengalokasikan Rp50 miliar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk penyediaan alat tangkap serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang sentra perikanan,” ujar Sherly.

Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan kampung nelayan di empat titik prioritas: Dufa-Dufa (Ternate), Halmahera Timur, Kepulauan Sula, dan rencana tentatif di Halmahera Selatan.

“Kenapa tidak di semua kabupaten/kota? Karena keterbatasan anggaran. Kita fokus dulu agar ada hasil yang bisa dilihat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly juga menyerahkan bantuan 175 unit kapal nelayan berbagai ukuran, sebagian besar berukuran 1,5 hingga 3 GT, lengkap dengan alat tangkap senilai total Rp22 miliar. Sebagian bantuan tersebut berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Malut.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh nelayan,” harapnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya perlindungan sosial bagi nelayan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemprov Malut menanggung setoran awal sebesar Rp200 ribu per orang, sementara iuran tahunan selanjutnya diharapkan dapat ditanggung mandiri oleh nelayan.

“Saya kira nilai itu masih bisa dijangkau,” ucap Sherly.

Di akhir sambutannya, Sherly menyampaikan apresiasi kepada para nelayan yang dianggap berperan penting dalam menekan inflasi daerah melalui pasokan ikan yang stabil.

“Nelayan adalah pahlawan pangan Indonesia,” tandasnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe, jajaran Forkopimda Malut, Sekprov Samsuddin A. Kadir, Kadis Kelautan dan Perikanan Fauji Momole, Kadis Perkim Musrifah Alhadar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Luruskan Anggaran Setda: Bukan Anggaran Pribadi, Sisa Dana Kembali ke Kas Daerah

10 Juni 2026 - 11:16 WIT

Walikota Tidore: Dua Unit Mobil Bukan Beli Tunai, Dilanjutkan Kredit dan Baru Lunas Akhir 2025

10 Juni 2026 - 09:26 WIT

Transparansi Harta Pejabat Dipertanyakan: Walikota Tidore Tersandung Mobil Mewah dan Pajak Mati

9 Juni 2026 - 22:29 WIT

Penilaian PPD Tuntas, Malut Dorong Perencanaan Berbasis Hasil

4 Juni 2026 - 21:27 WIT

Ternate Cetak Rekor WTP Selama 12 Tahun

4 Juni 2026 - 21:14 WIT

Diskriminasi Ala Gubernur Sherly Tjoanda: Empat Pejabat Dinonaktifkan Tanpa Kejelasan, Sementara yang Terlibat Kasus Korupsi Tetap Berkuasa

4 Juni 2026 - 19:49 WIT

Trending di Daerah