HALBAR, SerambiTimur– Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) Maluku Utara menyoroti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Barat yang diduga menutupi laporan dana kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat.
Ketua KIPP Malut, Nurdin I. Muhammad, dalam konfirmasi via telepon, mendesak KPU Halbar untuk segera menyampaikan laporan anggaran kampanye yang telah dilaporkan oleh para pasangan calon (Paslon). Menurutnya, hal ini penting untuk memberikan jaminan transparansi kepada penyelenggara pemilu, publik, dan masyarakat terkait pertanggungjawaban dana kampanye, termasuk jumlah dan sumber anggarannya.
“Keterbukaan ini akan memberikan edukasi kepada publik terkait sumber dana yang dilaporkan oleh para Paslon, sehingga masyarakat dapat menilai secara rasional,” tegas Nurdin.
Ia juga menambahkan bahwa publikasi laporan dana kampanye akan menjamin bahwa tidak ada masalah dalam penggunaan dana oleh para Paslon. Laporan tersebut harus mencantumkan secara rinci sumber-sumber dana, apakah berasal dari masyarakat, perorangan, atau perusahaan, untuk memastikan transparansi.
Nurdin menekankan pentingnya publikasi laporan dana kampanye untuk menghindari potensi keterlibatan pihak-pihak yang tidak sah, seperti ASN, dalam mendanai kampanye. Ia mengusulkan agar laporan dana kampanye diaudit oleh Kantor Akuntan Publik untuk memastikan akuntabilitas.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Sarmin Ibrahim, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan dana kampanye dari KPU Halbar meskipun laporan sudah diserahkan oleh para Paslon.
“Iya, laporan dana kampanye setiap Paslon sudah diserahkan ke KPU, tapi kami belum menerima salinannya,” ujarnya.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Halbar, M. Iswan Hasan, saat dikonfirmasi mengenai laporan dana kampanye melalui WhatsApp pada Kamis (11/10), menyatakan sedang berada di kantor untuk rapat. Namun, ketika ditanya kapan rapat selesai, ia tidak memberikan kepastian.
“Belum tahu, baru mau rapat,” jawabnya singkat.
Sebelumnya, pada Rabu (09/10), Iswan juga beralasan sakit ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait laporan yang sama.
“Abang demam, besok kita ketemu di kantor,” ucapnya.

















Tinggalkan Balasan