HALTIM, SerambiTimur — Kepala Desa Maba Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur, Kasman Mahmud, membantah keras pemberitaan yang menyebut dua nama, yakni Adi Tomagola dan Remon Kareno, sebagai warga desanya.
Kasman menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan di data kependudukan, keduanya tidak tercatat sebagai warga Desa Maba Sangaji.
“Setelah kami telusuri, nama-nama yang disebut itu tidak ada dalam daftar warga kami. Jadi berita yang menyebut mereka warga Maba Sangaji itu bohong besar,” tegas Kasman, Jumat (10/10/2025).
Ia menilai pemberitaan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan menyeret nama Desa Maba Sangaji dalam konflik antarperusahaan.
“Saya kaget membaca berita itu. Saya pastikan tidak benar, karena kami tidak ingin desa kami dikaitkan dengan persoalan yang bukan urusan kami,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kasman menyampaikan apresiasinya kepada PT Position yang telah aktif melaksanakan kegiatan sosial di wilayahnya.
“Selama ini PT Position cukup aktif membantu masyarakat. Dukungan mereka terhadap kegiatan sosial di desa sangat kami apresiasi,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, pemerintah desa berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menyebut nama Desa Maba Sangaji secara keliru tanpa konfirmasi.














Tinggalkan Balasan