Halut

ERT NHM Kantongi Lisensi Diving Profesional, Perkuat Kesiapsiagaan Penyelamatan Bawah Air

Serambi Diperbarui 10:14 WIT 4 menit membaca
Ukuran Teks:

Halut, SerambiTimur– Sebagai bagian dari komitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan, tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berhasil menyelesaikan program sertifikasi kompetensi penyelaman profesional (diving license) dengan standar internasional.

Program pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini menjadi langkah penting bagi NHM dalam meningkatkan kemampuan teknis personel, khususnya dalam menghadapi potensi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan penyelamatan bawah air.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi teori yang berlangsung di ERT Station Gosowong pada 26 Juni 2026. Selanjutnya, peserta menjalani praktik lapangan di sejumlah lokasi, yakni Pelabuhan Barnabas pada 27 Juni 2026, Pulau Bobale pada 28 Juni 2026, serta Pulau Pawole, Tobelo, Halmahera Utara, pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

Pelatihan ini diikuti lima peserta yang terdiri dari empat personel ERT dan satu perwakilan dari Departemen Government Relation (Govrel) & Permitting. Untuk memastikan kualitas pembelajaran sesuai standar internasional, NHM menghadirkan instruktur dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) Asia Pacific, Tommy Chandra, ID #308469, selaku Open Water Scuba Instructor (OWSI).

Deputy Director of Operation (DDO)/Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo, mengatakan sertifikasi tersebut merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam meningkatkan kapabilitas tim ERT menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks, terutama di lingkungan operasional yang berkaitan dengan wilayah perairan.

“Dengan kepemilikan lisensi profesional ini, diharapkan personel ERT memiliki kualifikasi yang lebih baik untuk mendukung operasi penyelamatan bawah air secara aman, efektif, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi NHM karena untuk pertama kalinya tim ERT memperoleh sertifikasi penyelaman open water secara resmi.

Kompetensi tersebut dinilai sangat relevan dengan karakteristik operasional NHM yang memiliki area perairan luas, termasuk fasilitas pelabuhan dan polishing pond. Meski kondisi darurat tidak diharapkan terjadi, kesiapan personel menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan operasional.

“Tim kami harus selalu ready jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kompetensi ini juga tidak hanya untuk kebutuhan internal perusahaan, tetapi ke depan dapat menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung misi kemanusiaan bagi masyarakat maupun pemerintah apabila diperlukan,” tambah Rara.

Pada akhir pelatihan, instruktur PADI Tommy Chandra memberikan evaluasi terhadap perkembangan peserta. Ia menekankan bahwa penguasaan dasar penyelaman tingkat open water serta kenyamanan berada di bawah air merupakan hal utama yang harus dikuasai, dibandingkan sekadar mengejar jenjang sertifikasi berikutnya.

Menurut Tommy, penyelam pemula perlu memperbanyak jam terbang agar semakin terbiasa dengan kondisi laut maupun penggunaan peralatan penyelaman.

“Saya sangat menyarankan para peserta memiliki peralatan pribadi agar dapat membangun konsistensi dan kenyamanan maksimal. Setiap alat memiliki karakteristik berbeda yang dapat memengaruhi ketenangan penyelam. Dengan peralatan sendiri, penyelam akan lebih memahami fungsi teknis seperti inflate dan deflate, sehingga dapat lebih fokus saat melakukan operasi penyelamatan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas penyelaman. Penggunaan dive computer, kata Tommy, merupakan standar wajib untuk memantau kedalaman dan batas aman penyelaman (no decompression limit) guna mencegah risiko medis yang dapat membahayakan penyelam.

Salah satu peserta pelatihan dari Departemen Govrel & Permitting, Gugus Agam Satria, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan aktivitas bawah air.

“Pelatihan ini membuat penyelam lebih tenang, lebih memahami risiko, serta lebih percaya diri ketika melakukan aktivitas penyelaman,” katanya.

Sementara itu, Kapten ERT Muhammad Ifan menilai pelatihan dan sertifikasi diving tersebut memberikan manfaat besar bagi timnya, terutama dalam meningkatkan kemampuan teknis serta pemahaman mengenai prosedur penyelamatan bawah air.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai anggota ERT. Selain meningkatkan kemampuan teknis penyelaman, kami juga mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai prosedur dan teknik open water rescue yang aman, efektif, dan sesuai standar,” ujar Ifan.

Ia menambahkan, kompetensi yang diperoleh akan menjadi bekal penting dalam mendukung kesiapsiagaan serta penanganan kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan operasi penyelamatan di lingkungan perairan dan area kerja perusahaan.

Dengan hadirnya personel ERT yang telah memiliki kualifikasi penyelaman profesional, NHM terus memperkuat sistem manajemen tanggap darurat guna meningkatkan perlindungan terhadap seluruh karyawan sekaligus memastikan operasional perusahaan berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Tinggalkan komentar