TERNATE, SerambiTimur — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ternate mengaku kewalahan menangani 173 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terdata hingga Juli 2025. Keterbatasan sarana rehabilitasi menjadi kendala utama.
Sekretaris Dinsos Kota Ternate, Mohammad Irvan Gaus, menjelaskan mayoritas ODGJ yang ditangani berusia remaja hingga lanjut usia. Penanganan difokuskan pada pasien asal Maluku Utara, khususnya warga Kota Ternate.
“Kalau ada ODGJ terlantar yang bukan warga Maluku Utara, kami kembalikan ke daerah asalnya,” tegas Irvan, Kamis (17/7/2025).
Saat ini, Dinsos berkoordinasi dengan keluarga pasien, Rumah Sakit Jiwa Sofifi, Puskesmas, dan Satpol PP. Namun ketiadaan fasilitas rehabilitasi khusus di Kota Ternate membuat penanganan tidak maksimal.
“Kami tetap pantau ODGJ yang ada. Puskesmas juga rutin membantu pengawasan dan pelaporan,” tambahnya.
Irvan berharap masyarakat segera melapor ke Dinsos jika menemukan ODGJ yang menimbulkan keresahan. Ia juga meminta dukungan semua pihak agar penanganan bisa lebih optimal.














Tinggalkan Balasan