TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus mendorong efisiensi anggaran di tengah tuntutan efektivitas belanja daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi ini menargetkan 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total penghematan mencapai Rp245 miliar.
“Yang masuk efisiensi hanya 20 OPD, sementara sisanya adalah unit biro yang tidak termasuk dalam skema ini,” ujar Sherly usai memimpin rapat efisiensi anggaran di Ternate, Minggu (13/4/2025).
Dalam rapat tersebut, Pemprov Malut telah menyelesaikan peninjauan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk 10 OPD. Sisanya akan dituntaskan sebelum akhir April.
“Targetnya minggu depan sudah dilakukan pergeseran anggaran untuk 10 OPD lainnya, agar proses tender dan kegiatan bisa segera berjalan,” jelas Sherly.
Langkah efisiensi ini tidak hanya untuk memangkas belanja, tapi juga untuk menyelaraskan RKA dengan program-program unggulan gubernur agar dapat diakomodasi dalam APBD tahun berjalan.
Sherly berharap, efisiensi ini akan mempercepat realisasi berbagai program prioritas serta mendorong kelancaran pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Malut.














Tinggalkan Balasan