TERNATE, SerambiTimur- Pemerintah Kota Ternate resmi menyusun Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) Tahun Anggaran 2025 yang telah disepakati bersama DPRD Kota Ternate sebagai dasar penyusunan RAPBD Perubahan 2025.
Dalam dokumen tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan naik dari Rp1,104 triliun menjadi Rp1,114 triliun, atau bertambah Rp9,94 miliar. Kenaikan terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp3,5 miliar dan transfer antar daerah Rp9,5 miliar.
Wali Kota Ternate menegaskan, tambahan pendapatan ini akan difokuskan pada peningkatan layanan publik, terutama pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya, hingga mitigasi kebencanaan. Tema pembangunan 2025 ditetapkan: “Pelestarian Cagar Budaya dan Entitas Keragaman Sosial Budaya serta Mitigasi Kebencanaan untuk Pengembangan Ruang Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan.”
Dari sisi belanja, anggaran daerah naik menjadi Rp1,113 triliun. Belanja modal meningkat signifikan hingga 15,78 persen untuk pembangunan ruang kelas baru, revitalisasi sarana pendidikan, rehabilitasi fasilitas kesehatan, dan penataan ruang kota.
Sebaliknya, belanja pegawai justru turun Rp13,1 miliar. Pemkot menyebut kebijakan ini sebagai langkah reformasi anggaran agar belanja lebih produktif dan tepat sasaran.
Selain layanan dasar, Pemkot juga mengarahkan anggaran pada penguatan sosial budaya, literasi bencana, dan konsolidasi peran Ternate sebagai pusat jasa dan perdagangan di Maluku Utara.














Tinggalkan Balasan