Ternate, SerambiTimur– Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan dua proyek strategis nasional, yakni pembangunan Pelabuhan Laut Sofifi dan jaringan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Sofifi–Tidore, akan tetap berjalan secara paralel.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam rapat terbatas yang digelar di rumah dinasnya pada Minggu (19/7/2025). Rapat tersebut membahas potensi tumpang tindih proyek dan skema koordinasi antar pihak pelaksana.
“Alhamdulillah, disepakati bahwa pembangunan pelabuhan dan Palapa Ring tetap jalan. Semua pihak bertanggung jawab sesuai koridornya masing-masing dan terus memantau progresnya,” tegas Sarbin.
Sarbin menekankan, program pemerataan akses internet di Halmahera menjadi prioritas dalam pemerintahan Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan dirinya. Sebab, kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri atas pulau-pulau membuat distribusi jaringan internet kerap terkendala.
“Komunikasi kita masih lemah. Yang dibutuhkan itu penguatan jaringan dan kapasitas, supaya masyarakat bisa akses internet dengan nyaman,” ujarnya.
Perwakilan PT LEN, Musar Musin, selaku pelaksana proyek Palapa Ring, menyampaikan bahwa mereka tetap mendukung pembangunan pelabuhan karena selaras dengan tujuan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pada prinsipnya kami dukung, ini PSN. Tapi dalam kondisi darurat, memang ada yang buang jangkar di luar zona yang ditentukan. Ini jadi atensi kami,” ucap Musar.
Sementara itu, perwakilan Kantor UPP Kelas III Sofifi, Nurdin Saad, menjelaskan bahwa zona kolam darurat pelabuhan masih dapat disesuaikan. Ia menambahkan, pemasangan kabel laut harus tetap mengacu pada izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla).
“Kalau sudah ada izin dari Dirjen Hubla, maka tanggung jawab teknisnya ada di PT LEN,” ujarnya.
Pemerintah provinsi berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat pemerataan digital dan konektivitas wilayah di Maluku Utara.














Tinggalkan Balasan