TIDORE, SerambiTimur — Enam puluh enam? Bukan. Sebanyak 56 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan resmi menempati posisi baru pada Senin, 10 Agustus 2026. Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat. Empat surat keputusan Wali Kota Tidore Kepulauan bernomor 136.1, 136.2, 136.3, dan 136.4 Tahun 2026 menjadi dasar pengangkatan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Lurah, dan Pengawas.
Dari 56 pejabat yang dilantik, sembilan orang menempati jabatan Eselon II, 22 orang Eselon III, dan 25 orang Eselon IV.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Muhammad Sinen mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar gelar atau tanda kenaikan karier. Jabatan, kata dia, adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Ia meminta para pejabat tidak hanya berkutat di belakang meja. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, membaca persoalan pembangunan, lalu menghadirkan solusi.
“Di bawah kepemimpinan saya dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, kami tidak sekadar membutuhkan orang pintar—yang kami butuhkan adalah orang yang bekerja nyata dan bertindak tegas dalam memberikan pelayanan terbaik. Sebab di pundak kita semua tersandang tanggung jawab yang sangat besar bagi masyarakat Tidore,” tegas Muhammad Sinen.
Menurut dia, tantangan pemerintahan saat ini semakin kompleks, terutama karena kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi. Keterbatasan anggaran, kata dia, bukan alasan untuk memperlambat pelayanan publik.
Justru dalam situasi tersebut, para pejabat diminta memperkuat koordinasi, memperbanyak inovasi, dan bergerak lebih cepat.
“Segera bergerak, lakukan konsolidasi, pahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Bukti nyatalah bahwa kepercayaan ini tidak disia-siakan, melainkan dijawab dengan prestasi dan dedikasi yang tulus,” ujarnya.
Muhammad Sinen juga memberikan peringatan mengenai integritas dan netralitas aparatur. Para pejabat diminta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan kewenangan. Setiap keputusan pemerintahan, kata dia, harus dapat dipertanggungjawabkan dan diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Sembilan Pejabat Eselon II
Sembilan pejabat yang dilantik pada posisi Eselon II adalah:
- Zulkifli Ohorella, S.IP., M.A. — sebelumnya Kepala Bagian Pemerintahan Setda, kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan.
- M. Iqbal Japono, S.IP. — sebelumnya Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Tidore Kepulauan.
- Gufran Marsaoly, S.Sos., M.PA. — menjabat Sekretaris pada Sekretariat DPRD Kota Tidore Kepulauan.
- Imran Ibrahim, ST. — menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tidore Kepulauan.
- Kardiman, ST. — menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tidore Kepulauan.
- Saiful Salim, S.Kep., Ners. — menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan.
- Jamil Hadi, S.Pd. — menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan.
- Amin Hasan, S.Pd. — menjabat Kepala Dinas Sosial Kota Tidore Kepulauan.
- Yunus Zakaria, S.Ag. — menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan.
Selain sembilan pejabat tersebut, perhatian juga tertuju pada pengisian jabatan lurah. Sahril Hatala, S.IP., yang sebelumnya bertugas sebagai Pengolah Data dan Informasi di Kantor Lurah Jaya, kini dipercaya menjadi Lurah Mareku.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan jajaran birokrasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Muhammad Sinen berharap para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas masing-masing dan membangun kerja bersama.
Bagi pemerintah daerah, ukuran keberhasilan bukan semata-mata berapa banyak pejabat yang dilantik. Ukurannya adalah seberapa jauh jabatan tersebut menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, kebijakan yang lebih tepat, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Kini, 56 pejabat itu memegang tanggung jawab baru. Pesan Wali Kota sudah disampaikan: jabatan adalah amanah. Dan amanah hanya bisa dijawab dengan kerja.
