TERNATE, SerambiTimur — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate resmi mengembangkan program urban fisheries atau budidaya ikan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian anak binaan. Program ini diluncurkan pada Selasa (19/8/2025) dan menggandeng Fakultas Perikanan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate sebagai mitra kerja.
Kegiatan yang dipusatkan di LPKA Ternate itu dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku Utara, Said Mahdar, Rektor Unkhair Ridha Adjam, Dekan Fakultas Perikanan Unkhair, Kalapas LPKA Ternate Sudirman, serta jajaran petugas dan seluruh anak binaan.

Kakanwil bersama Rektor Unkhair
Dalam sambutannya, Rektor Unkhair menegaskan bahwa urban fisheries bukan sekadar kegiatan budidaya, melainkan media pembelajaran penting untuk membekali anak binaan agar mampu bersaing setelah kembali ke masyarakat. “Kapabilitas anak binaan harus bisa diunggulkan, termasuk dalam ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Unkhair sekaligus ketua penyelenggara, Ismi Muzdalifa Darsam, menekankan bahwa pembinaan di LPKA dilakukan secara serius. Menurutnya, anak binaan berhak mendapatkan pendidikan yang tidak boleh dibatasi oleh status hukum.

Kakanwil Ditjenpas Malut, Said Mahdar, memberikan apresiasi atas kerja sama ini. Ia membuka peluang bagi pihak lain yang ingin mendukung program pembinaan di lapas dan rutan. “Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi demi memperkuat pembinaan kemandirian anak binaan,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penaburan bibit ikan ke kolam oleh Kakanwil, Rektor Unkhair, dan Kalapas LPKA, serta peninjauan langsung kegiatan pembinaan pertanian di lokasi LPKA Ternate.
Program urban fisheries ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi anak binaan untuk memperoleh keterampilan produktif sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri agar siap kembali ke masyarakat.














Tinggalkan Balasan