Daerah

Hangatnya Kebersamaan Ramadan: Senator Hasby Yusuf Bukber Bersama HMI–Kohati Ternate, Meneguhkan Nilai Pengabdian Kader

Serambi Diperbarui 18:34 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

TERNATE, SerambiTimur — Senja Ramadan perlahan merunduk di Kelurahan Akehuda, Rabu (4/3/2026). Langit berwarna jingga menjadi saksi hangatnya kebersamaan ketika Senator DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, duduk bersila bersama kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Ternate dalam agenda buka puasa bersama yang berlangsung sederhana namun penuh makna.

Suasana kader HMI & Kohati Kota Ternate

Di markas HMI itu, suasana terasa lebih dari sekadar menunggu waktu berbuka. Percakapan mengalir santai, diselingi tawa ringan dan diskusi tentang masa depan kaderisasi. Ramadan menghadirkan ruang pertemuan lintas generasi — senior dan kader muda — yang dipersatukan oleh nilai perjuangan yang sama.

Bagi Hasby Yusuf, pertemuan tersebut bukan hanya agenda silaturahmi, melainkan panggilan moral sebagai seorang alumni. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesadaran akan asal-usul perjuangan kader.

“Sebagai alumni, saya punya tanggung jawab moral. Kita tidak boleh lupa dari mana kita berasal. Saya terpilih menjadi anggota DPD bukan karena kekuatan modal besar, tetapi karena keyakinan — Yakusa, yakin usaha sampai. Anak himpunan harus berpegang teguh pada keyakinan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, HMI adalah ruang yang membentuk kader menjadi produsen gagasan, bukan sekadar pengikut arus zaman. Menurutnya, puasa juga harus dimaknai lebih dalam sebagai latihan ketaatan dan penguatan integritas diri.

“Di markas HMI ini kita dididik untuk percaya diri dan melahirkan ide. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bagaimana kita tetap taat kepada Allah dan menjaga nilai dalam kehidupan,” tambahnya.

Dalam pandangannya, HMI bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan kawah candradimuka yang menempa insan pengabdi bagi umat dan bangsa. Karena itu, kader dituntut hadir sebagai solusi sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Buka puasa ini bukan hanya makan bersama, tapi mempererat ukhuwah. Kader HMI harus menjaga nilai keislaman, keindonesiaan, dan tetap relevan menjawab tantangan masyarakat,” katanya di hadapan para kader.

Ketua Kohati Cabang Ternate, Sitti Sakinah Kasturian, menilai kebersamaan tersebut menjadi suntikan energi moral, khususnya bagi kader perempuan HMI untuk terus berperan di ruang sosial dan intelektual.

“Ramadan mengajarkan keikhlasan dan kepedulian. Kohati ingin hadir sebagai perempuan-perempuan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus terus meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Ternate, Yusril Buang, menyebut kehadiran alumni seperti Hasby Yusuf menjadi bukti bahwa proses kaderisasi tidak berhenti di bangku kuliah.

“Ini motivasi bagi kami bahwa perjuangan kader HMI berlanjut dalam pengabdian nyata untuk daerah dan bangsa,” ujarnya.

Menjelang azan magrib, doa dipanjatkan bersama. Suasana akrab terasa kuat — bukan hanya karena hidangan berbuka, tetapi karena ikatan persaudaraan yang terawat oleh nilai dan sejarah yang sama.

Malam Ramadan di Akehuda itu seolah menegaskan satu hal: organisasi akan tetap hidup selama kadernya menjaga idealisme, merawat kebersamaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat. Di antara lantunan doa dan kebersamaan sederhana, HMI kembali diingatkan sebagai rumah perjuangan — tempat lahirnya insan berintegritas, berilmu, dan berjiwa pengabdian.

Tinggalkan komentar