TERNATE, SerambiTimur — Seratus hari kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Laoas dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menjadi titik awal yang menjanjikan. Sejumlah capaian strategis mulai dirasakan rakyat, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses dasar layanan publik.
Program pendidikan gratis menjadi pondasi utama dalam misi pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara. Tidak hanya jargon, kebijakan ini telah diimplementasikan di berbagai jenjang pendidikan, memberi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk tetap sekolah dan meraih masa depan.
Di sektor kesehatan, Sherly-Sarbin menunjukkan komitmen konkret. Program BPJS Kesehatan untuk masyarakat tidak mampu telah menjangkau hampir seluruh kabupaten dan kota. Perlahan tapi pasti, mimpi tentang akses layanan kesehatan yang merata mulai menjadi kenyataan.
Tak berhenti di sana, Pemerintah Provinsi juga telah meluncurkan program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga miskin. Sebanyak 750 unit rumah di seluruh Maluku Utara menjadi sasaran awal program ini. Harapannya, setiap rakyat punya tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
“Program 100 hari ini bukan hanya pemanasan. Ini bukti bahwa kepemimpinan Sherly Laoas dan Sarbin Sehe benar-benar bekerja untuk rakyat. Kami di DPRD Provinsi, khususnya Fraksi NasDem, mengapresiasi langkah cepat dan terukur ini,” ungkap Wakil Ketua II DPRD Maluku Utara dari Fraksi NasDem, Husni Bopeng, saat dihubungi via telephone, Kamis (30/5/2025) malam.
Menurutnya, keberpihakan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan rakyat adalah bentuk kehadiran negara yang nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut, dalam waktu dekat DPRD akan terus mendorong agar program lanjutan seperti infrastruktur jalan, jembatan, serta ketahanan pangan masuk ke tahap percepatan sesuai visi dan misi kepemimpinan Sherly-Sarbin.
“Setelah 100 hari ini, kita semua harus bersiap masuk fase kerja yang lebih besar. Fraksi NasDem akan mengawal semua program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk mendorong APBD yang pro-rakyat. Kami yakin, dengan kolaborasi kuat eksekutif dan legislatif, pembangunan Maluku Utara akan lebih merata dan berkeadilan,” tegas Husni Bopeng.
Tak bisa dimungkiri, gaya kepemimpinan Sherly Laoas yang tegas namun menyentuh, serta pendekatan humanis Sarbin Sehe di lapangan, menjadi kombinasi baru yang mulai menuai simpati publik. Seratus hari memang belum cukup untuk menuntaskan semua persoalan. Namun, langkah awal ini sudah menanamkan optimisme.














Tinggalkan Balasan