Haltim

Warga Ternate Keluhkan Harga Mitan, Diduga Dimainkan Oknum Polisi

Serambi Diperbarui 10:03 WIT 1 menit membaca
Tim Gabungan yang melibatkan Bagian Ekonomi Setda Kota Ternate, DPRD dan Pihak Kelurahan setempat saat melakukan sidak di salah satu pangkalan milik oknum polisi yang menjual dengan harga diluar HET
Ukuran Teks:

Ternate, SerambiTimur Di tengah tekanan ekonomi, warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, justru dihadapkan pada harga minyak tanah (Mitan) bersubsidi yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dugaan pelanggaran ini menyeruak setelah dilakukan inspeksi mendadak oleh DPRD dan tim gabungan Pemkot.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Anggota DPRD Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim, menemukan bahwa Mitan yang seharusnya dijual Rp4.000 per liter justru dibanderol Rp7.000. Ironisnya, pangkalan itu disebut milik seorang oknum polisi berinisial R.

“Kami menerima banyak keluhan warga. Harga jual jauh dari HET, dan ini bukan baru terjadi. Sudah berlangsung cukup lama,” ungkap Nurjaya kepada wartawan, Jumat (2/5/2025).

Ia menilai, selain melanggar regulasi, praktik ini juga mencederai rasa keadilan warga kecil yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi.

“Kami minta Pemerintah Kota bertindak tegas. Jika perlu, pangkalannya disegel,” tegasnya.

Kasus ini menambah panjang deretan keluhan masyarakat terhadap distribusi bahan subsidi yang rawan disalahgunakan. Terlebih jika pelakunya justru berasal dari kalangan aparat yang seharusnya menjadi teladan.

Tinggalkan komentar