TERNATE, SerambiTimur – Kabar gembira bagi siswa sekolah negeri di Maluku Utara! Mulai April 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara akan merealisasikan program pendidikan gratis sebagai komitmen Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam memastikan akses pendidikan tanpa hambatan biaya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyebutkan bahwa program ini akan diterapkan secara bertahap dengan tahap awal mencakup 36.838 siswa SMA dan SLB serta 9.000 siswa SMK.
“Kami telah menerima arahan dari Ibu Gubernur dan Wagub untuk menyalurkan dana BOSDA demi membebaskan biaya pendidikan bagi lebih dari 45.000 siswa,” ujar Abubakar di Ternate, Rabu (12/3/2025).
Dua Klaster Pendidikan Gratis
Program ini dibagi dalam dua klaster utama: SMA dan SLB pada klaster pertama, serta SMK pada klaster kedua. Perbedaan besaran bantuan diberikan karena siswa SMK membutuhkan biaya tambahan untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Pendidikan gratis ini bukan hanya soal biaya sekolah, tetapi juga memastikan siswa SMK mendapatkan dukungan penuh untuk keperluan praktik mereka,” jelas Abubakar.
Regulasi Sedang Disusun
Agar program berjalan transparan dan tepat sasaran, Pemprov Maluku Utara kini tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaan.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Biro Hukum untuk menyusun Pergub Pendidikan Gratis serta pedoman teknis penyaluran BOSDA,” tambahnya.
Pemprov Maluku Utara optimistis seluruh regulasi dan mekanisme penyaluran akan rampung dalam waktu dekat, sehingga program ini dapat segera dijalankan sesuai jadwal.
“Ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi besar bagi masa depan Maluku Utara. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, kami berharap generasi muda kita lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutup Abubakar.














Tinggalkan Balasan