Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Okt 2025 23:21 WIT ·

Pemkab Haltim Desak BUMD Naikkan Setoran PAD hingga Rp10 Miliar


 Pemkab Haltim Desak BUMD Naikkan Setoran PAD hingga Rp10 Miliar Perbesar

HALTIM, SerambiTimur — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perdana Cipta Mandiri untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026. Permintaan ini muncul setelah Pemerintah Pusat memangkas alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

Instruksi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim, Ricky Chairul Richfat, selaku Dewan Pengawas BUMD, kepada jajaran direksi perusahaan daerah tersebut.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama BUMD Perdana Cipta Mandiri, Ir. Tartum, menyebut bahwa target PAD yang diberikan pemerintah daerah meningkat tajam — dari Rp4,6 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp10 miliar tahun depan.

“Pak Sekda meminta agar kontribusi BUMD minimal Rp10 miliar tahun depan. Karena itu, kami sedang menyiapkan langkah strategis untuk mencapainya,” ujar Tartum, Kamis (23/10/2025).

Selama ini, aktivitas usaha BUMD Perdana Cipta Mandiri masih didominasi kerja sama dengan PT Antam di Pulau Pakal, Halmahera Timur. Namun, dengan target baru, BUMD berencana memperluas sektor usaha agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah kemitraan dengan China Battery LCM (CBL), perusahaan investasi baterai yang tengah beroperasi di wilayah Haltim.

“Investasi besar seperti CBL adalah peluang yang harus digarap oleh BUMD. Ini momen untuk menunjukkan bahwa perusahaan daerah bisa menjadi pemain utama di tanah sendiri,” tambah Tartum.

Tartum juga menegaskan, pihaknya tengah mempersiapkan pembentukan anak perusahaan baru di bawah BUMD Perdana Cipta Mandiri untuk memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja korporasi.

“Kalau anak perusahaan bisa berjalan optimal, bukan hanya target Rp10 miliar yang tercapai, tapi PAD Haltim bisa meningkat jauh ke depan,” ungkapnya optimistis.

Tartum menambahkan, BUMD saat ini memperoleh laba bersih sekitar Rp10 miliar per tahun dari kerja sama kontraktor tambang dengan PT Antam. Tahun 2024 lalu, perusahaan telah menyetor Rp4,6 miliar ke kas daerah dan menargetkan Rp6 miliar untuk tahun berjalan, seiring peningkatan produksi nikel di Pulau Pakal yang mencapai lebih dari 2 juta metrik ton.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

GPM Desak Kejagung dan KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Smelter Antam di Haltim

26 Juni 2026 - 12:52 WIT

Demo di Kemenag dan KPK, FAKI RI Desak Copot Kakanwil Kemenag Malut

26 Juni 2026 - 08:38 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Jalan yang Dibangun dari Kekecewaan: Ketika Suara Kemenangan Tak Sampai ke Malifut

24 Juni 2026 - 12:04 WIT

NHM Peduli Antar Warga Kao Utara Sukses Jalani Operasi Jantung di Jakarta

23 Juni 2026 - 08:30 WIT

Trending di Daerah