Ternate, Serambitimur – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ternate Selatan digelar di Aula Hotel Bukit Pelangi, Senin (17/2/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, mewakili Wali Kota membuka secara resmi forum perencanaan tahunan ini.
Mengusung tema Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Infrastruktur Dasar pada Wilayah Bahim, Kemudahan dan Keadilan dalam Memperoleh Energi, serta Optimalisasi Jaminan Perlindungan Kerja Rentan, Musrenbang kali ini menyoroti berbagai sektor strategis demi kesejahteraan warga.
Sekda Rizal Marsaoly menegaskan pentingnya optimalisasi program di tingkat kecamatan, sebagai kelanjutan dari Musrenbang tingkat kelurahan yang telah rampung. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih fokus pada usulan prioritas masyarakat.
“Setiap program dan kegiatan harus mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan. Musrenbang ini bukan sekadar forum seremonial, tapi ruang strategis dalam menentukan arah pembangunan yang benar-benar berdampak,” ujarnya.
Dorong Peran RT/RW dalam Pengelolaan Sampah
Salah satu perhatian utama dalam Musrenbang kali ini adalah pengelolaan sampah. Rizal menekankan pentingnya keterlibatan RT/RW dalam program penanganan sampah di wilayah masing-masing. Menurutnya, peran aktif RT/RW dapat memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.
Untuk mendukung itu, Pemerintah Kota Ternate telah menaikkan insentif bagi ketua RT/RW dari Rp300 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan. “Sebelum Ramadan, insentif ini sudah harus cair. Ini bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran RT/RW yang menjadi garda terdepan di masyarakat,” tambahnya.
329 Usulan dari 17 Kelurahan
Camat Ternate Selatan, Anang Iriyanto, mengungkapkan bahwa Musrenbang Kecamatan tahun ini menerima 329 usulan dari 17 kelurahan. Rinciannya, 53 usulan di bidang ekonomi dan sumber daya alam (SDA), 214 usulan terkait infrastruktur dan pengembangan wilayah, serta 62 usulan di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia.
“Harapan kami, seluruh usulan ini bisa terakomodasi dalam Musrenbang tingkat kota sehingga program yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Musrenbang Komunitas: Ruang Aspirasi Pemuda dan Disabilitas
Selain Musrenbang reguler, Pemkot Ternate juga berencana menggelar Musrenbang Komunitas sebagai ruang partisipasi pemuda, pelaku seni, atlet, serta penyandang disabilitas. Rizal Marsaoly menyebutkan bahwa langkah ini penting untuk memberi warna baru dalam perencanaan pembangunan.
“Kita ingin semua elemen masyarakat terlibat. Jangan sampai ada kelompok yang merasa terpinggirkan dalam perencanaan daerah. Ini demi memastikan APBD 2026 benar-benar mewakili kepentingan semua pihak,” pungkasnya.
Dengan berbagai usulan yang telah terkumpul, Musrenbang Kecamatan Ternate Selatan diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun Rencana Kerja OPD, sebelum nantinya masuk ke tahap finalisasi dalam APBD Kota Ternate tahun mendatang














Tinggalkan Balasan