Menu

Mode Gelap

Ternate · 22 Jan 2025 06:48 WIT ·

Masjid Ali Akbar Tabona Terbengkalai, Warga Kecewa Pembangunan Tak Tuntas


 Pembangunan Masjid yang terbengkalai Perbesar

Pembangunan Masjid yang terbengkalai

Ternate, Serambitimur – Pembangunan Masjid Ali Akbar di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, yang menelan anggaran APBD Provinsi Maluku Utara sebesar Rp2 miliar, menuai kekecewaan warga. Proyek yang dikerjakan CV Zhafirah Persada sejak Mei 2023 itu mangkrak, meninggalkan bangunan setengah jadi yang kini ditumbuhi rumput liar.

Pantauan di lokasi pada Rabu (22/1), masjid yang seharusnya menjadi pusat ibadah umat Islam itu belum bisa digunakan. Warga setempat mendesak agar pembangunan segera dilanjutkan sehingga dapat dipakai untuk salat di bulan suci Ramadan 1446 H, yang akan dimulai awal Maret mendatang.

“Dengan anggaran sebesar itu, kami berharap masjid ini cepat selesai. Kami ingin menggunakannya saat Ramadan, tapi kenyataannya proyek ini terhenti tanpa kejelasan. Kontraktor hanya bekerja sampai tahap ini, dan kami tidak tahu alasannya,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kendala Keuangan Jadi Alasan Mangkraknya Proyek

Plt Kepala Dinas PUPR Malut, Sofyan Kamarullah, mengungkapkan bahwa proyek ini terhenti karena kontraktor hanya menerima uang muka sebesar Rp400 juta dari total anggaran. Akibatnya, progres pekerjaan baru mencapai 31,73 persen.

“Bangunan itu sebenarnya belum gagal, masih dalam kategori pekerjaan dalam proses (KDP). Namun, karena anggaran belum sepenuhnya cair, proyek belum bisa diselesaikan,” jelas Sofyan.

Ia menambahkan bahwa kondisi keuangan daerah yang tidak stabil menjadi penyebab utama lambatnya pencairan dana, sehingga kontraktor kesulitan melanjutkan pekerjaan.

“Kontraktor akhirnya bersepakat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengakhiri kontrak karena proses pencairan dana terlalu lama. Ini menjadi kendala utama,” imbuhnya.

Tak Masuk Prioritas Tahun 2025

Menurut Sofyan, Dinas PUPR tidak akan melanjutkan pembangunan masjid ini pada tahun 2025 karena keterbatasan anggaran, ditambah beban utang daerah yang mencapai Rp217 miliar. Namun, ia berjanji untuk melanjutkan proyek ini pada 2026 jika kondisi keuangan daerah kembali stabil.

“Pembangunan ini membutuhkan waktu dan dana besar, sehingga kami harus menunggu kondisi keuangan daerah membaik. Ini bukan proyek mangkrak, tapi tertunda karena alasan teknis dan finansial,” pungkasnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar masjid ini dapat diselesaikan, mengingat pentingnya fasilitas ibadah bagi masyarakat setempat.

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Bahas Masa Depan Gemilang Olahraga Maluku Utara

17 April 2026 - 17:50 WIT

Kukuhkan Pemimpin Baru, Wali Kota Ternate Minta Perumda Ake Gaale Fokus Penuhi Tiga Aspek Layanan Utama

16 April 2026 - 14:16 WIT

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter

16 April 2026 - 09:47 WIT

Perkuat Barisan Birokrasi, Dua Pimpinan Tinggi dan 17 Pejabat Administrator Pemprov Malut Resmi Dilantik

15 April 2026 - 15:08 WIT

KPK Desak Kejati Usut Kebocoran Dana dan Dugaan KKN di Lingkungan Pemprov Malut

15 April 2026 - 14:48 WIT

6 Bulan Berlalu Tak ada Kejelasan, KPK Desak Kejati Tetapkan Abubakar Abdullah dan Kuntu Daut Tersangka

15 April 2026 - 14:04 WIT

Trending di Daerah