Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Okt 2025 14:18 WIT ·

Longboat Terbalik di Tengah Ombak, Dua Nelayan Bastiong Diselamatkan Tim SAR


 Longboat Terbalik di Tengah Ombak, Dua Nelayan Bastiong Diselamatkan Tim SAR Perbesar

TERNATE, SerambiTimur —Angin laut yang kencang dan ombak yang menggulung siang itu nyaris merenggut nyawa dua warga Bastiong, Kota Ternate. Sebuah longboat yang mereka tumpangi dari Tidore menuju Bastiong terbalik di perairan sekitar 100 meter dari bibir pantai, Senin (7/10/2025).

Namun, berkat respons cepat Tim SAR Gabungan, keduanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Pukul 11.20 WIT, warga di pesisir Bastiong dikejutkan teriakan minta tolong dari tengah laut. Longboat yang berangkat sekitar pukul 10.40 WIT dari Pelabuhan Tidore itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan akibat hantaman ombak dan angin. Tanpa berpikir panjang, sejumlah warga langsung menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menceritakan bahwa tim segera diterjunkan dengan membawa peralatan lengkap. “Kami bersama unsur gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIT dan langsung mengevakuasi korban menggunakan kapal Polairud, rubber boat, serta bantuan longboat warga,” ujarnya.

Hanya 20 menit berselang, pukul 12.30 WIT, dua korban — Stefi (50) dan Liong (45) — berhasil diangkat ke kapal dan dibawa ke Pelabuhan Perikanan Bastiong dalam keadaan selamat. Longboat mereka pun berhasil ditarik ke tepi pantai oleh tim.

Kedua korban tampak kelelahan namun bersyukur. “Saya kira sudah tidak bisa selamat,” ucap Liong lirih saat ditenangkan warga setempat. Di sekitar lokasi, aparat dari Polairud, Lanal Ternate, Babinsa, BPBD, hingga masyarakat bahu membahu dalam proses penyelamatan.

Iwan Ramdani mengingatkan agar masyarakat pesisir lebih berhati-hati menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Maluku Utara. “Gelombang tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi laut tidak memungkinkan,” pesannya tegas.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa ganasnya lautan di musim peralihan seperti sekarang. Namun, di balik itu, kerja cepat tim penyelamat kembali menegaskan: di tengah badai, solidaritas dan kesiapsiagaan tetap menjadi penyelamat utama.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

GPM Desak Kejagung dan KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Smelter Antam di Haltim

26 Juni 2026 - 12:52 WIT

Demo di Kemenag dan KPK, FAKI RI Desak Copot Kakanwil Kemenag Malut

26 Juni 2026 - 08:38 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Jalan yang Dibangun dari Kekecewaan: Ketika Suara Kemenangan Tak Sampai ke Malifut

24 Juni 2026 - 12:04 WIT

NHM Peduli Antar Warga Kao Utara Sukses Jalani Operasi Jantung di Jakarta

23 Juni 2026 - 08:30 WIT

Trending di Daerah