SOFIFI, SerambiTimur – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan mendorong kemajuan sosial ekonomi. Dalam pidato politik perdananya di hadapan Rapat Pleno DPRD Provinsi Malut di Sofifi, Sherly menyampaikan visi besar untuk membawa daerah ini bangkit dan berkembang.
“Kami tidak ingin hanya berjalan di tempat. Kami akan berlari cepat untuk mengejar ketertinggalan dan menciptakan perubahan nyata bagi Maluku Utara,” tegas Sherly, disambut tepuk tangan hadirin.
Pidato ini dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Malut, Forkopimda, bupati dan wali kota se-Malut, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan partai politik.
Pemerintahan Bersih dan Efektif
Sherly Laos menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa sistem meritokrasi akan menjadi dasar dalam pengangkatan pejabat, tanpa ada praktik nepotisme atau titipan politik.
“Mutasi jabatan bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal kompetensi, kinerja, dan integritas,” ujarnya.
Selain itu, ia memastikan efisiensi belanja daerah tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik, sesuai dengan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 dan Surat Edaran Mendagri terkait pengelolaan anggaran daerah.
100 Hari Kerja: Sekolah Gratis dan Layanan Kesehatan Maksimal
Dalam 100 hari pertama, Sherly Laos langsung tancap gas dengan program sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SLB negeri di seluruh Maluku Utara. Ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti kebijakan ini.
“Sekolah harus gratis. Tidak ada lagi pungutan iuran!” tegasnya.
Di sektor kesehatan, ia menggagas Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi seluruh warga, sekaligus menekan angka penularan Tuberkulosis (TB). Selain itu, Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) 2025-2029 akan segera diimplementasikan.
Tak hanya itu, Sherly menggandeng Badan Gizi Nasional untuk mengamankan anggaran Rp2,26 triliun bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 460 ribu siswa, ibu hamil, menyusui, dan balita.
“Saya pastikan dana ini digunakan optimal dan bahan makanannya berasal dari Malut. Kita tidak biarkan uang ini lari ke luar daerah!” ujarnya penuh semangat.
Birokrasi Harus Siap Berlari Cepat
Sebagai langkah awal, Sherly Laos akan menggelar Mini-Retreat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan visi dan strategi kerja.
“Saya dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe ini sprinter, bukan pelari maraton. Birokrasi harus siap berlari cepat bersama kami!” katanya.
Anti Korupsi Tanpa Kompromi
Sherly menegaskan dirinya tidak akan segan menindak siapa pun yang terlibat korupsi.
“Saya tidak butuh laporan yang dipoles indah. Saya ingin hasil nyata. Kalau ada yang coba-coba korupsi, siap-siap saya non-job!” katanya tegas.
Menutup pidatonya, Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Malut.
“Torang samua basodara! Saatnya Malut bangkit dan melesat!” serunya, disertai pantun khasnya yang mengundang tawa dan tepuk tangan:
“Jalan-jalan ke Morotai, mampir ke Daruba untuk belanja…
Habis dilantik jangan santai, sudah saatnya si cantik bekerja!”














Tinggalkan Balasan