Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Nov 2025 20:18 WIT ·

“Glowing Palsu Ekonomi Maluku Utara: Mukhtar Adam Kritik Gaya Pembangunan Era Serly Tjoanda”


 “Glowing Palsu Ekonomi Maluku Utara: Mukhtar Adam Kritik Gaya Pembangunan Era Serly Tjoanda” Perbesar

Ternate, SerambiTimur — Di tengah gempita angka pertumbuhan ekonomi dua digit, suara kritis datang dari ekonom Universitas Khairun Ternate, Mukhtar A. Adam. Ia menyebut keberhasilan ekonomi Maluku Utara di bawah Gubernur Serly Tjoanda sebagai “Glowing Palsu”—kilau semu yang menutupi luka sosial masyarakatnya.

Menurut Mukhtar, laju ekonomi tinggi bukanlah tanda kemakmuran sejati. “Kita disuguhi data pertumbuhan fantastis, tapi lupa melihat realitas rakyat. Pertumbuhan ini hanya memperkaya segelintir orang, bukan mengangkat kehidupan masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menggambarkan kondisi ekonomi Maluku Utara seperti wajah yang tampak bersinar karena polesan kosmetik, namun menyembunyikan kulit yang rusak di bawahnya. “Ekonomi skincare, hanya indah di permukaan,” sindirnya.

Sektor pertambangan dan industri memang tumbuh pesat berkat derasnya arus investasi, namun di sisi lain, sektor tradisional seperti pertanian dan perikanan—yang menjadi tumpuan mayoritas masyarakat—nyaris tak bergerak. Ketimpangan itu, menurut Mukhtar, menjadi bukti bahwa pertumbuhan tidak menyentuh akar ekonomi rakyat.

Lebih tajam lagi, ia mengkritik pola pembangunan yang disebutnya sebagai “party economy”—gaya belanja publik yang gemar menggelar seremoni, proyek-proyek besar, dan kegiatan elitis tanpa nilai keberlanjutan. “Kita membangun simbol, bukan kesejahteraan. Pemerintah seolah sibuk menampilkan citra, bukan memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Mukhtar juga menyoroti ketergantungan pada industri nikel yang didominasi investor luar dan tenaga kerja asing. “Kita hanya menjual sumber daya alam tanpa nilai tambah signifikan. Yang kita dapat hanya kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial,” tegasnya.

Ia menutup dengan peringatan keras: jika arah pembangunan tidak segera dikoreksi, maka ledakan sosial tinggal menunggu waktu. “Pertumbuhan tanpa keadilan adalah resep pasti menuju perpecahan. Maluku Utara harus bangun dari ilusi ekonomi semu,” pungkas Mukhtar.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sherly Serahkan 10 Kapal Tangkap kepada Nelayan Jambula dan Siapkan Program Infrastruktur dan KUR

9 Desember 2025 - 17:07 WIT

Nama Pejabat Dicatut, Penipuan Berkedok Lelang Mobil dan Permintaan Uang Serang Warga Malut

8 Desember 2025 - 15:22 WIT

Pemprov Maluku Utara Salurkan Rp2 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

8 Desember 2025 - 15:11 WIT

kaban BPKAD Malut Ahmad Purbaya

Tim ERT NHM Turun ke Lokasi Banjir untuk Evakuasi dan Distribusi Bantuan di Sumatera Utara

8 Desember 2025 - 12:36 WIT

PT Smart Marsindo Giatkan Reklamasi, Tanam 4.000 Pohon di Lahan Bekas Tambang Nikel Pulau Gebe

6 Desember 2025 - 19:05 WIT

Aspirasi dari Desa ke Paripurna: DPRD Malut Laporkan Hasil Reses ke Pemprov

5 Desember 2025 - 20:32 WIT

Trending di Daerah