Ternate, SerambiTimur – Pengunjung Pasar Kuliner Pandara Kananga di Kota Ternate mengeluhkan rusaknya sejumlah fasilitas umum, meskipun proyek ini baru saja rampung dan diserahkan ke Pemerintah Kota Ternate pada Januari 2025 lalu.
Pasar yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp24,6 miliar itu mulai dikerjakan pada Juni 2022 dan selesai pada akhir Desember 2024. Namun, belum genap enam bulan beroperasi, berbagai kerusakan mulai tampak.
Fasilitas yang dikeluhkan antara lain toilet yang tidak berfungsi, keran air yang macet, hingga lantai yang rusak dan mengelupas di beberapa titik. Kondisi ini membuat pengunjung merasa tidak nyaman dan mempertanyakan kualitas pekerjaan serta tanggung jawab pemeliharaan dari pemerintah setempat.
“Saya ke sini ingin santai dan ambil gambar, tapi lantai rusak dan toilet tidak bisa digunakan. Sudah hampir tiga bulan tidak diperbaiki,” kata Santria, salah satu pengunjung, Sabtu (30/5/2025).
Ia berharap Pemerintah Kota Ternate segera menindaklanjuti kerusakan tersebut karena Pasar Pandara Kananga merupakan aset publik yang penting.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara, Asnawati, telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara pada Senin, 17 Februari 2025. Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam pembangunan pasar kuliner ini. Namun, hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan.














Tinggalkan Balasan