TERNATE, SerambiTimur– Sejumlah anggota DPRD Kota Ternate mempertanyakan belum cairnya anggaran kegiatan resmi dewan, seperti reses, perjalanan dinas (SPPD), dan panitia khusus (Pansus). Isu ini muncul menyusul informasi bahwa anggaran tersebut hanya akan dibayarkan sebagian.
Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolensusu, mengungkapkan kekecewaannya usai mengkonfirmasi langsung ke bagian keuangan Pemkot. “Informasinya, anggaran reses hanya dibayarkan separuh. Padahal ini kegiatan resmi yang tidak bisa ditawar-tawar,” kata Jamian, Kamis (8/5/2025).
Ia menyebut, kegiatan DPR seperti reses dan pansus merupakan agenda tetap yang anggarannya seharusnya tersedia penuh dalam satu tahun. “Ini jadi tanda tanya besar. Apakah karena kas daerah kosong? Kami sedang koordinasi dengan unsur pimpinan lainnya untuk mencari tahu,” ujarnya.
Jamian menambahkan, selain reses, kegiatan pansus yang sudah rampung juga belum dibayarkan. “Hasil pansus sudah diserahkan, tapi hak-hak anggota belum juga dibayar. Kita ini mitra pemerintah, tapi kalau kerja sama begini, bagaimana pembangunan bisa jalan bersama?”
DPRD, lanjut Jamian, berencana menggelar rapat konsultasi dengan Pemkot dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mengevaluasi kondisi keuangan daerah secara menyeluruh.
“Kalau keuangan tidak baik-baik saja, kami di DPRD juga harus tahu. Jangan sampai efisiensi dijadikan tameng sementara kegiatan dewan terbengkalai,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Ternate, Aldhy Ali, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp hanya menjawab singkat. “Trada masalah apa-apa. Saya juga baru dengar, dan reses kan mulai tanggal 10, anggarannya siap,” katanya.














Tinggalkan Balasan