Ternate, SerambiTimur — Kota Ternate sedang tidak baik-baik saja. Isu defisit anggaran mulai merebak, bahkan menyentuh ke Kas Daerah (Kasda) yang disebut-sebut kosong. Wakil Ketua II DPRD Ternate, Jamian Kolensusu, pun angkat bicara.
“Saya bingung, masa kita hanya bergantung pada DBH dari provinsi? Kalau itu saja andalan kita, PAD ke mana?” katanya, saat ditemui serambitimur.id, Senin (29/4/2025).
Jamian mengungkapkan bahwa hingga kini DPRD belum mendapatkan penjelasan resmi dari pemerintah kota soal akar masalah defisit ini. Namun ia menyayangkan keterlambatan pembayaran honor sejumlah pegawai kebersihan, keamanan, dan staf lainnya.
“Ini menyangkut kebutuhan hidup. Honor itu bukan kegiatan biasa. Seharusnya tidak boleh telat,” tegasnya.
Menurutnya, alasan efisiensi anggaran tidak bisa dijadikan kambing hitam. Justru, kata dia, efisiensi harusnya membuat keuangan lebih sehat, bukan sebaliknya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jamian menilai, selama ini fokus pemerintah hanya tertuju pada dana transfer pusat dan provinsi, tanpa memperkuat basis pendapatan sendiri.
“Saya yakin PAD kita tidak dikelola maksimal. Maka dalam waktu dekat, kami akan undang TAPD dan OPD untuk rapat. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan