HALTIM, SerambiTimur — Suasana Kantor Bupati Halmahera Timur, Selasa (22/7/2025), tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejak pagi, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) silih berganti masuk ruang rapat, membawa berkas tebal berisi draf Rencana Strategis (Renstra) yang harus difinalisasi sebelum tenggat waktu menutup minggu ini.
Di ujung meja rapat, Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim, Ricky Chairul Richfat, tampak sibuk memeriksa setiap poin. Bagi Ricky, finalisasi Renstra ini bukan sekadar formalitas. Dokumen ini akan menentukan arah kebijakan dan program pembangunan Halmahera Timur lima tahun ke depan.
“Semua program prioritas harus sinkron. Tidak boleh ada yang melenceng dari Astacita Presiden, RPJMD Provinsi, apalagi visi dan misi Bupati,” tegasnya di sela rapat.
Sejak Juni lalu, Ricky telah mewanti-wanti seluruh OPD agar segera menyiapkan Renstra masing-masing. Namun hingga rapat finalisasi ini digelar, baru 15 dari 44 OPD yang benar-benar siap.
“Sisanya masih ada yang bolong-bolong. Kalau ada kekurangan, kita beri waktu sampai Jumat,” kata Ricky. Lewat dari itu, tak ada toleransi. Dokumen akan segera dikompilasi ke dalam RPJMD Kabupaten.
Finalisasi Renstra dilakukan dalam dua tahap, memisahkan OPD administratif dan OPD teknis. Suasana rapat pun diwarnai diskusi serius. Beberapa pejabat tampak merundingkan angka anggaran, menyesuaikan program dengan plafon yang tersedia.
Bersamaan dengan itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga menyiapkan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2025 yang akan diajukan ke DPRD Haltim pada Senin depan. Harapannya, rapat paripurna DPRD bisa segera digelar agar rencana anggaran bisa berjalan tepat waktu.
“Mudah-mudahan Senin depan DPRD bisa langsung paripurna,” Ricky menutup rapat dengan harapan besar.
Di luar ruang rapat, para staf masih sibuk merapikan berkas, berkejaran dengan tenggat yang tinggal menghitung hari. Semua berpacu demi satu tujuan: membawa Halmahera Timur ke arah pembangunan yang terencana dan terukur.














Tinggalkan Balasan