Ternate

Buka Pelatihan SEL, DP3A Ternate Dorong Anak Disabilitas dan OYPMK Berani Bersuara dan Berkembang

Serambi Timur Diperbarui 13:53 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

TERNATE, SerambiTimur — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate menegaskan pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan partisipatif bagi anak dan remaja disabilitas serta Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Pesan tersebut disampaikan Kepala DP3A Kota Ternate saat membuka secara resmi Pelatihan Social Emotional Learning (SEL) yang dilaksanakan melalui Program Nexus Gamalama.

Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kota Ternate menyampaikan apresiasi kepada IKDM Kota Ternate bersama para mitra yang telah menghadirkan ruang pembelajaran bagi anak dan remaja disabilitas serta OYPMK.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting karena setiap anak dan remaja memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, menyampaikan pendapat, memperoleh kesempatan yang setara, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya.

“Setiap anak dan remaja memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, menyampaikan pendapat, memperoleh kesempatan yang setara, dan berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya,” ujar Kepala DP3A Kota Ternate.

Ia mengatakan, melalui pelatihan SEL, para peserta akan mendapatkan pembelajaran untuk mengenal diri, memahami dan mengelola emosi, menemukan kekuatan serta potensi diri, membangun kepercayaan dan ketahanan diri, hingga belajar berinteraksi dan berpartisipasi secara positif.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu membangun keyakinan peserta bahwa setiap individu memiliki kemampuan, suara, pilihan, harapan, dan cita-cita yang patut dihargai.

“Kalian akan belajar mengenal diri, memahami dan mengelola emosi, menemukan kekuatan dan potensi diri, membangun kepercayaan dan ketahanan diri, serta belajar berinteraksi dan berpartisipasi secara positif,” katanya.

Selain kepada peserta, Kepala DP3A juga mengajak orang tua, pendamping, sekolah, organisasi disabilitas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja disabilitas serta OYPMK.

Menurutnya, kelompok tersebut tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat. Mereka perlu diberikan ruang yang aman dan aksesibel untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, mengembangkan kemampuan, serta mengambil peran secara bermakna dalam keluarga maupun masyarakat.

“Kepada seluruh peserta, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan takut bertanya, jangan takut menyampaikan pendapat, dan jangan merasa bahwa perbedaan menjadi penghalang untuk berkembang,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki keunikan, kekuatan, dan potensi yang dapat terus dikembangkan apabila mendapatkan dukungan dari lingkungan yang tepat.

Mengakhiri sambutannya, Kepala DP3A Kota Ternate secara resmi membuka Pelatihan Social Emotional Learning bagi Anak dan Remaja Disabilitas serta OYPMK dalam Program Nexus Gamalama.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Social Emotional Learning (SEL) bagi Anak dan Remaja Disabilitas serta Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dalam Program Nexus Gamalama, secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar, aman, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.

 

Tinggalkan komentar