Halut

Wabup Halut: Kolaborasi NHM, Pemerintah dan Masyarakat Jadi Motor Ekonomi Baru

Serambi Diterbitkan 09:30 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

HALUT, SerambiTimur- Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai mampu menjadi kekuatan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa. Hal tersebut terlihat dalam pengembangan budidaya ikan nila sistem bioflok di Perikanan Modern Sadakah Farm, Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara.

Usaha yang dikelola BUMDesa Toluaes ini dikembangkan melalui dukungan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui NHM Peduli.

Program tersebut memasuki tahap penting setelah kelompok pembudidaya melaksanakan Panen Raya Perdana pada Selasa, 1 September 2026, dengan hasil mencapai sekitar 2 ton ikan nila.

Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap peran NHM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kasman hadir bersama jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok pembudidaya, dan masyarakat setempat.

Menurut Kasman, keberadaan program NHM Peduli memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu pemerintah menjalankan tanggung jawab pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen luar biasa PT NHM melalui program NHM Peduli. Sinergitas ini sangat luar biasa, di mana hampir separuh dari tanggung jawab pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat Halmahera Utara telah terbantu dan dilaksanakan secara nyata oleh program NHM Peduli,” kata Kasman.

Ia menyebut kolaborasi tripartit antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta sebagai model yang ideal untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta seperti NHM inilah yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Halmahera Utara,” lanjutnya.

Kasman menilai pola kerja sama tersebut juga dapat menjadi contoh bagaimana sektor swasta dan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan dalam mendorong kemandirian daerah.

Camat Kao Barat, Abihud Jawali, mengatakan keberhasilan panen ikan nila Sadakah Farm tidak hanya berkaitan dengan sektor usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Panen raya ini adalah langkah nyata bagaimana kita melaksanakan program ketahanan pangan, dalam hal ini Asta Cita yang kedua,” ujarnya.

Ia berharap BUMDes Desa Soahukum dapat memaksimalkan pengelolaan usaha tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan direplikasi oleh desa-desa lainnya.

Abihud juga mengapresiasi NHM yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh kepada kelompok pembudidaya.

Kepala Desa Soahukum, Remer Hein Sinyiang, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Halmahera Utara, NHM, BUMDes, serta masyarakat yang terlibat dalam pengembangan usaha tersebut.

Ia berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut sehingga Desa Soahukum mampu berkembang menjadi desa yang produktif dan mandiri.

Dari pihak NHM, Kepala Divisi Yayasan NHM Peduli, M. Irwan Malaka, mengatakan pihaknya merasa bahagia melihat manfaat program yang telah dirasakan langsung masyarakat.

“Kami di NHM Peduli merasa sangat berbahagia menyaksikan dampak nyata dari program pemberdayaan melalui BUMDes Sadakah Farm di Desa Soahukum. Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari berjalan baiknya kolaborasi tripartit antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ungkap Irwan.

Dampak program tersebut tidak hanya terlihat dari hasil panen. Model budidaya bioflok yang dikembangkan Sadakah Farm mulai direplikasi secara mandiri oleh masyarakat.

Saat ini diperkirakan sekitar 15 hingga 20 warga Desa Soahukum telah menjalankan budidaya ikan air tawar sistem bioflok di rumah masing-masing.

Ketertarikan juga mulai datang dari desa-desa lain di Kecamatan Kao Barat hingga kecamatan tetangga yang ingin mengadopsi model serupa untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Irwan menyampaikan penghargaan kepada anggota kelompok BUMDes Sadakah Farm atas komitmen kewirausahaan mereka. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Halmahera Utara, unsur TNI, dan seluruh masyarakat yang konsisten mendukung program tersebut.

Kolaborasi yang menghasilkan panen perdana sekaligus mendorong replikasi mandiri masyarakat itu dinilai menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tingkat desa.

Tinggalkan komentar