TERNATE, SerambiTimur – RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara menegaskan penanganan pasien amputasi sudah sesuai prosedur, menyusul ditemukannya potongan kaki di tempat sampah depan Hotel Sahid Bela, Ternate Selatan.
Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan RSUD Chasan Boesoirie, drg. Iwan Wirasatyawan, mengatakan organ hasil amputasi telah diserahkan kepada keluarga pasien dengan edukasi pemakaman.
“Organ sudah dibungkus berlapis agar tidak tembus air, disertai identitas pasien, dan kami beri penjelasan tertulis maupun lisan agar segera dimakamkan,” jelas Iwan.
Namun, pihak keluarga diduga menyerahkan potongan organ kepada orang lain dan akhirnya ditemukan di tempat sampah. “Pemakaman organ bukan lagi tanggung jawab rumah sakit setelah diserahkan ke keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan rumah sakit bekerja sama dengan pihak ketiga untuk limbah medis seperti jarum suntik dan perban. Tetapi untuk organ tubuh pasien, secara etis dan agama, wajib dimakamkan.
Kepala Instalasi Bedah Sentral, Taslim Adam, menambahkan bahwa seluruh proses amputasi berjalan sesuai SOP. “Semua sudah sesuai standar, dari pembungkusan hingga penyerahan kepada keluarga pasien,” ujarnya.















Tinggalkan Balasan