TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali merealisasikan komitmen politiknya untuk pemerataan pendidikan. Setelah menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) untuk sekolah negeri pada April lalu, kini giliran 273 satuan pendidikan swasta yang menerima bantuan tahap kedua dengan total anggaran Rp8,36 miliar.
Bantuan ini menjangkau 24.595 siswa dari berbagai jenis sekolah, mulai dari SMA, SMK, SLB, Madrasah Aliyah, hingga SMA berbasis agama. Penyaluran dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah (NPH) oleh para kepala sekolah di Auditorium Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Kamis (8/8/2025).
Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, menyatakan bahwa perluasan BOSDa ke sekolah swasta merupakan bukti nyata bahwa Pemprov Maluku Utara serius membangun sistem pendidikan tanpa diskriminasi. “Ini bukan hanya soal dana, tapi keberpihakan nyata pada hak anak-anak untuk sekolah, terutama di wilayah-wilayah dengan akses pendidikan terbatas,” ujarnya.
Sebanyak 79 SMA swasta, 83 SMK swasta, 12 SLB swasta, 88 Madrasah Aliyah, dan 11 SMA Kristen menjadi penerima manfaat. BOSDa juga diharapkan mampu menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tinggi, terutama pada kelompok usia 15 tahun ke atas.
Total penerima BOSDa kini mencapai 492 sekolah dengan 70.983 siswa. Pemprov juga mewajibkan sekolah yang menerima BOSDa untuk membebaskan peserta didik dari pungutan uang komite, sebagai syarat partisipasi dalam program ini.














Tinggalkan Balasan