HALSEL, SwerambiTimur – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kusubibi Menggugat bersama Gerakan Pemuda Marhainis (GPM) Halmahera Selatan mendatangi kantor Inspektorat dan DPRD Halmahera Selatan, Senin (16/12/2024). Mereka menuntut audit khusus terhadap pengelolaan Dana Desa Kusubibi oleh Kepala Desa Muhammad Abd. Fatah, yang diduga melakukan korupsi.
Tuntut Audit dan Pemecatan Massa aksi tiba di kantor Inspektorat sekitar pukul 09.30 WIT dengan menggunakan dua unit dump truck, dua unit pick-up, dan puluhan sepeda motor lengkap dengan perangkat suara. Mereka meminta Inspektorat segera mengaudit penggunaan Dana Desa Kusubibi yang dinilai sarat penyimpangan.
Sekretaris Inspektorat, Nasarudin Hi. Atas, menemui massa dan meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kusubibi membuat laporan tertulis sebagai dasar hukum pelaksanaan audit khusus.
Koordinator Lapangan Yasri Nurdin menegaskan agar Inspektorat tidak berpihak kepada siapa pun, termasuk Kepala Desa, demi mengungkap dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
Lanjut ke DPRD Halsel Usai audiensi di Inspektorat, massa bergerak ke kantor DPRD Halsel dan disambut Wakil Ketua DPRD Safri Talib serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, Iksan Mursid.
Iksan meminta laporan resmi dari BPD Kusubibi agar dapat ditindaklanjuti. Namun, Safri Talib menolak usulan itu, menegaskan bahwa aspirasi warga sudah cukup menjadi dasar tindakan. Ia berjanji berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelidiki dugaan korupsi tersebut.
Dugaan Korupsi Rp 304 Juta Lebih Berdasarkan data yang disampaikan massa, dugaan penyalahgunaan Dana Desa Kusubibi tahun anggaran 2023 mencakup beberapa program seperti pendidikan (Rp 19 juta), kesehatan (Rp 62 juta), pekerjaan umum dan penataan ruang (Rp 150 juta), serta ketentraman dan ketertiban umum (Rp 7,2 juta), yang semuanya dinyatakan fiktif atau tidak maksimal.
Untuk tahun anggaran 2024, bidang penyelenggaraan pemerintah desa senilai Rp 478 juta juga dilaporkan belum dikelola maksimal.
Suara Tokoh dan Warga Tokoh adat Hi. Malan mengungkapkan bahwa pemerintahan Desa Kusubibi nyaris lumpuh karena Kepala Desa jarang berada di desa dan lebih sering tinggal di Labuha. Sekretaris Desa Kusubibi, Nurdin Said, bahkan mengaku telah mundur dari jabatannya akibat ketidakberesan pengelolaan desa.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Kusubibi Muhammad Abd. Fatah belum dapat dikonfirmasi.















Tinggalkan Balasan