Menu

Mode Gelap

Ternate · 22 Apr 2025 01:18 WIT ·

Sultan Tidore Angkat Suara, Isu Pencatutan Nama Kesultanan di Aksi Tambang Wayamli


 Sultan Tidore, Hi. Husain Alting Sjah Perbesar

Sultan Tidore, Hi. Husain Alting Sjah

Tidore, SetambiTimur— Sultan Tidore, Hi Husain Alting Sjah, angkat suara lantang menanggapi munculnya sejumlah oknum yang mengatasnamakan Kesultanan Tidore dalam polemik tambang di Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Halmahera Timur. Sultan menegaskan, tidak pernah ada perintah dari pihak Kesultanan untuk melarang aksi blokade yang dilakukan masyarakat adat terhadap aktivitas tambang PT Sambiki Tambang Santosa (STS).

Aksi pemblokiran jalan oleh masyarakat, dipimpin oleh Kimalaha Wayamli, Ahmad Hi Djalim, berlangsung pada Senin, 21 April 2025. Aksi itu muncul sebagai bentuk protes atas dugaan bahwa aktivitas tambang telah memasuki wilayah adat yang menjadi ruang hidup masyarakat Wayamli.

Namun situasi memanas ketika muncul beberapa orang berpakaian adat Tidore yang mengklaim membawa instruksi dari Kesultanan untuk menghentikan aksi warga. Hal ini memicu kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada masyarakat adat di Wayamli, termasuk kepada Kimalaha Wayamli, bahwa saya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melarang aksi masyarakat,” ujar Sultan saat ditemui dikediamannya, Selasa (22/4/2025).

Sultan juga menyampaikan kekecewaannya setelah menerima kiriman video dan tautan berita dari berbagai pihak yang memperlihatkan adanya oknum memakai atribut adat Kesultanan Tidore dan mengaku sebagai utusan resmi.

“Ini pembohongan publik. Saya tegaskan, tidak pernah ada perintah dari saya. Kalau ada yang mengaku mendapat mandat dari Kesultanan, itu fitnah dan bisa langsung dikonfirmasi kepada saya,” tegasnya saat ditemui di kediamannya pada Selasa malam.

Sultan Husain pun mengimbau pihak perusahaan tambang untuk menghargai hak-hak masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh bertindak semena-mena terhadap lahan dan tanaman yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Kepada masyarakat di Buli, Maba, dan Wayamli, saya minta tetap tenang. Perjuangkan hak-hak kalian sesuai maklumat dan titah Kesultanan. Jangan mudah terprovokasi,” pesannya.

 

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

Muhammad Sinen: Dugaan Aset Tak Dilapor Hanya Kabar Bohong

15 Juni 2026 - 13:07 WIT

Dari Rakyat, Untuk Rakyat: Jejak Pengabdian Muhammad Sinen yang Tak Pernah Berubah

15 Juni 2026 - 07:20 WIT

Di Peresmian Gedung Baru Kemenkumham: Gubernur Sherly Usul Produk Hukum Khusus Tanah Adat Maluku Utara  

12 Juni 2026 - 23:44 WIT

Trending di Daerah