Labuha, SerambiTimur- Mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, kembali menjadi harapan warga Waimili, Kecamatan Gane Timur. Selama menjabat sebagai bupati pada periode 2016-2021, ia dianggap sebagai tokoh pembangunan bagi masyarakat setempat, terutama karena inisiatifnya membuka akses jalan dan jembatan yang menghubungkan desa Waimili dengan desa induk Foya Tobaru.
Sejak masa jabatan Bahrain berakhir pada Mei 2021, warga Waimili merasa seolah termarjinalkan, tanpa akses memadai untuk menyampaikan masalah kepada pemerintah daerah. Padahal, desa ini menjadi salah satu lumbung pangan penting di Halmahera Selatan.
Warga mengeluhkan lambatnya respon pemerintah terhadap permintaan normalisasi sungai. Akibatnya, dalam tiga bulan terakhir, sawah dan kebun mereka terdampak banjir hingga 3 meter, mengakibatkan gagal panen pada tanaman padi dan buah-buahan. Selain itu, rumah-rumah warga juga terendam hingga setinggi satu meter. “Sawah kami yang menjadi penopang ekonomi kini terendam banjir. Kami sudah melaporkan ini ke Dinas Pekerjaan Umum, tapi belum ada tindak lanjut,” ungkap seorang warga.
Jika Bahrain Kasuba kembali terpilih, warga berharap ia akan melanjutkan upaya pembangunan yang berkeadilan, terutama normalisasi sungai dan pemekaran Waimili sebagai desa definitif agar tidak lagi bergantung pada desa induk.
Menanggapi harapan warga, Bahrain Kasuba berjanji akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur berbasis kepulauan dan mitigasi bencana. Ia juga menekankan pentingnya pemasangan Early Warning System (EWS) di wilayah Halmahera Selatan, mengingat kawasan tersebut rawan gempa. Bahrain mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, Pemkab Halsel telah mengajukan status Desa Persiapan untuk Waimili ke Kementerian Dalam Negeri. Namun, proses tersebut tertunda karena masa jabatannya berakhir.















Tinggalkan Balasan