TERNATE, SerambiTimur — Konsolidasi politik Partai NasDem Maluku Utara memasuki babak baru. Melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bertema “Sinergi Partai dan Fraksi Partai NasDem Maluku Utara” yang digelar Kamis (23/4/2026), seluruh kekuatan partai diteguhkan untuk bergerak lebih solid menghadapi agenda politik ke depan.

Rakorwil yang dihadiri hampir seluruh DPD NasDem kabupaten/kota bersama unsur fraksi se-Maluku Utara itu menjadi panggung konsolidasi strategis. Meski DPD Sanana dan Morotai belum hadir akibat kendala transportasi, forum tetap berlangsung penuh energi dengan kehadiran Ketua DPP Partai NasDem sekaligus Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.
Di hadapan kader dan anggota fraksi, Willy menekankan bahwa partai politik tidak boleh hidup hanya menjelang pemilu, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang bekerja dan tumbuh bersama rakyat.
“Jangan berpartai hanya ketika pemilu datang. Kalau partai hanya dimaknai sebagai kendaraan elektoral, maka selesai pemilu selesai pula pengabdiannya. NasDem harus hidup dalam persoalan masyarakat, hadir di isu-isu lokal, dan menjadi solusi,” tegas Willy.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk mengubah pola pikir lama dalam berpolitik, termasuk anggapan bahwa kontestasi hanya bisa dimulai dengan kekuatan modal.
“Politik bukan sekadar soal biaya, tapi soal keberanian membangun pengaruh dan menaklukkan realitas. Kalau kita serius membangun basis, kemenangan itu mengikuti,” ujarnya.
Pesan-pesan itu, menurut Korwil DPP NasDem Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat, Helmy Umar Muchsin, menjadi suntikan moral dan ideologis yang penting bagi kader.
“Malam ini bukan sekadar Rakorwil, tapi ruang membangunkan kesadaran politik kader. Semangat yang dibangun Pak Willy memberi perspektif baru bahwa berpartai adalah kerja jangka panjang, bukan kerja musiman,” katanya.
Ketua DPW Partai NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, menyebut Rakorwil ini menjadi momentum menyatukan gerak organisasi sekaligus mempertegas arah perjuangan partai.
“Konsolidasi ini menegaskan NasDem Maluku Utara tidak hanya sedang menyiapkan pemilu, tetapi sedang membangun kekuatan politik dari bawah. Struktur, kader dan fraksi harus bergerak dalam satu irama untuk menjawab kebutuhan rakyat sekaligus menjemput kemenangan politik ke depan,” ujar Husni.
Sekretaris Wilayah DPW NasDem Malut, Abd. Rahim Odeyani, menilai tema sinergi partai dan fraksi bukan sekadar slogan, tetapi arah kerja bersama yang harus diwujudkan.
“Sinergi berarti struktur partai dan fraksi harus saling menopang. Fraksi menjadi wajah perjuangan di parlemen, partai menguatkan basis di masyarakat. Dua kekuatan ini harus menyatu agar gerak NasDem semakin efektif dan berdampak,” katanya.
Sementara Ketua Bappilu DPW NasDem Malut, Mulia Tapi-Tapi, menegaskan Rakorwil menjadi pijakan awal memanaskan mesin pemenangan menuju 2029.
“Kemenangan tidak dibangun di tahun pemilu, tapi dari kerja konsolidasi yang dimulai hari ini. Rakorwil ini memberi energi baru bahwa pemenangan harus berbasis kaderisasi, penguatan jaringan dan kehadiran nyata di tengah rakyat,” tegasnya.
Rakorwil NasDem Maluku Utara kali ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi penanda bahwa mesin partai mulai dipanaskan lebih dini. Dari forum itu, satu pesan menguat: kemenangan politik tidak lahir dari momentum semata, tetapi dari kerja panjang yang tumbuh bersama rakyat.














Tinggalkan Balasan