Menu

Mode Gelap

Daerah · 16 Okt 2025 20:23 WIT ·

RTLH Maluku Utara: Dari Swadaya Masyarakat hingga Semangat Gotong Royong di Tengah Pembangunan


 RTLH Maluku Utara: Dari Swadaya Masyarakat hingga Semangat Gotong Royong di Tengah Pembangunan Perbesar

TERNATE, SerambiTimur – Di tengah teriknya matahari Halmahera, suara palu dan tawa warga terdengar bersahutan. Di antara tumpukan batu bata dan semen, seorang ibu tersenyum sambil berkata pelan, “Akhirnya rumah ini mulai berdiri.”

Itulah potret sederhana dari pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Maluku Utara — program yang bukan sekadar membangun rumah, tapi juga menumbuhkan harapan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Maluku Utara, Musrifa Al Hadar, menyebutkan bahwa distribusi bahan bangunan telah mencapai 80 persen, dengan progres fisik rata-rata 50 persen.

“Masyarakat membangun secara swadaya, dibantu TNI dan tenaga fasilitator lapangan. Karena itu, di beberapa wilayah malah sudah selesai lebih cepat dari jadwal,” jelasnya.

RTLH difokuskan pada tiga aspek: dapur sehat, rehabilitasi rumah tidak layak huni, dan pembangunan rumah baru.

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) berperan penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran, melalui verifikasi kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.

Menurut Firman, PPK Program Kawasan Permukiman, total 502 unit rumah tengah dibangun di tujuh daerah, dengan progres yang berbeda-beda.

“Ada wilayah yang sudah rampung 70 persen, terutama di Halmahera Utara dan Halmahera Timur, karena masyarakatnya kompak dan aktif bekerja bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dari program ini. “RTLH bukan hanya proyek fisik, tapi juga sosial. Kami melihat bagaimana masyarakat saling bantu, meski dengan keterbatasan alat dan bahan,” katanya.

Program RTLH sendiri menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan sehat.

Target tahun 2025 mencakup 700 unit rumah di seluruh Maluku Utara, dengan fokus memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Kini, di banyak desa dan pesisir, tembok-tembok baru mulai berdiri — bukan sekadar dinding rumah, tetapi dinding harapan bahwa hidup bisa dimulai kembali dari tempat yang layak disebut “rumah”.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Perselingkuhan Risman Kembali Disorot, SEMMI Desak Gubernur Copot Kadis PUPR Malut

19 Mei 2026 - 16:19 WIT

SMMI Malut Desak Gubernur Copot Plt Kadis PUPR, Soroti Proyek Mangkrak Puluhan Miliar dan Dugaan KKN

19 Mei 2026 - 15:01 WIT

Rangkap Jabatan hingga Proyek Bermasalah, Plt Kadis PUPR Malut Dikepung Sorotan

16 Mei 2026 - 08:49 WIT

FORMAPAS Malut Desak Gubernur Copot Kepala BAPPENDA

12 Mei 2026 - 18:06 WIT

Pulangnya “Barifola”: Permintaan Terakhir Sang Ibu Kini Terwujud, H. Burhan Abdurahman Beristirahat di Tanah Kelahiran

12 Mei 2026 - 17:11 WIT

Tinju dan Ambisi Ternate: Misi 10 Emas Nasri Abubakar di Porprov Malut

12 Mei 2026 - 13:51 WIT

Trending di Daerah